ya
aku masih hangat
ingat sekali, kami ber 4, Ust
Farchan, Ust Anas Ahmadi, dan saya M.
Choirudin. Liburan akhir tahun 1986, sulit rasanya melupakan peristiwa demi
peristiwa yang mengesankan, yaa.. bagaimana tidak rasanya jan.. betul betul
serasa orang kampuang nan jauh merantau ke kota. Dengan bawaan yang sangat minim,uangpun minimalis, Cuma ada satu
kata ; “ke Jakarta.” Ke tempat siapa? Ustd.mulyadi husen.!
Tanpa
rencana, tanpa apa-apa langsung berangkat.
Entah
bagaimana ceritanya yang jelas sepotong-sepotong masih ingat perjalanan demi
perjalanan, di terminal pulau gadung,
Pada
masa itu tentu yang namanya telepon genggam belum ada gambaran, mungkin film
Jims Boon saja yang pernah muncul telpon tanpa kabel. Ketika turun dari bus,
kayaknya ssudah agak siang waktu itu, langsung mencari telpon umum dengan koin.
Menghubungi ustd mulyadi husen. Singkat
kata dah ketemu dan dijemput dengn mobil atau apa saya lupa, rumahnya di Kebon k\Kacang belakang Sarinah.
Dekat dengan sungai kecil , ya allah betapa padatnya penduduk begitu berjubel
dengn rumah yang begitu tersasa berdesakan, kono tanah disitu harganya permeter
1 jutaan, woow, mahal amat. Waktu itu gaji pegawai lulusan slta atau pesantren,
yaa sekitar 100 ribu, kalo saya bergaji sekitar 60 ribu rupiah !!!. pada malam
harinya kami diajak bertiga ke rumah Usth QQT , dan pulangnya kebetulan sudah
larut malam, dengan naik bajaj kami bertiga. Wah ini pertama kali naik bajaj.
Yang begitu unik dan lincah sekaligus murah, dan sampai tujuan yang sampai
masuk gang yang sempit, seperti dalam
nyanyian tety kadi gang .kelinci. sbelum masuk gang mampir ke sarinah, woo
allah ini pasar macam apa , melihat
harga yang tak terjangkau bagi buruh kecil (maklum waktu itu solo belum ada
swalyan supermarket apalagi maal !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar