Sabtu, 15 Agustus 2020

Orang Kampung Pergi ke Jakarta


ya aku masih hangat ingat sekali, kami ber 4,  Ust Farchan,  Ust Anas Ahmadi, dan saya M. Choirudin. Liburan akhir tahun 1986, sulit rasanya melupakan peristiwa demi peristiwa yang mengesankan, yaa.. bagaimana tidak rasanya jan.. betul betul serasa orang kampuang nan jauh merantau ke kota. Dengan bawaan yang  sangat minim,uangpun minimalis, Cuma ada satu kata ; “ke Jakarta.” Ke tempat siapa? Ustd.mulyadi husen.!

Tanpa rencana, tanpa apa-apa langsung berangkat.

Entah bagaimana ceritanya yang jelas sepotong-sepotong masih ingat perjalanan demi perjalanan, di terminal pulau gadung,

Pada masa itu tentu yang namanya telepon genggam belum ada gambaran, mungkin film Jims Boon saja yang pernah muncul telpon tanpa kabel. Ketika turun dari bus, kayaknya ssudah agak siang waktu itu, langsung mencari telpon umum dengan koin. Menghubungi  ustd mulyadi husen. Singkat kata dah ketemu dan dijemput dengn mobil atau apa saya lupa,  rumahnya di Kebon k\Kacang belakang Sarinah. Dekat dengan sungai kecil , ya allah betapa padatnya penduduk begitu berjubel dengn rumah yang begitu tersasa berdesakan, kono tanah disitu harganya permeter 1 jutaan, woow, mahal amat. Waktu itu gaji pegawai lulusan slta atau pesantren, yaa sekitar 100 ribu, kalo saya bergaji sekitar 60 ribu rupiah !!!. pada malam harinya kami diajak bertiga ke rumah Usth QQT , dan pulangnya kebetulan sudah larut malam, dengan naik bajaj kami bertiga. Wah ini pertama kali naik bajaj. Yang begitu unik dan lincah sekaligus murah, dan sampai tujuan yang sampai masuk gang  yang sempit, seperti dalam nyanyian tety kadi gang .kelinci. sbelum masuk gang mampir ke sarinah, woo allah ini  pasar macam apa , melihat harga yang tak terjangkau bagi buruh kecil (maklum waktu itu solo belum ada swalyan supermarket apalagi  maal !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar