Ujian itu diberikan pada orang beriman supaya hidupnya dikocok-kocok dan jadi tidak betah hidup di dunia. Ujian orang beriman itu kebih kecil dibanding pertolongan yang Allah berikan. Ujian dan musibah untuk orang-orang yang beriman. Adzab, untuk orang yang tidak beriman. Adzab ada dua: isti'shol: yang habis menghabisi suatu kaum tanpa tersisa. Setelah Rasul diutus, isti'shol sudah tidak ada karena Rasul adalah rahmatan lil'alamiin. Apabila ada kejadian yang menimpla sekelompok orang atau daerah, maka ga bisa digeneralisir bahwa itu adzab ataun ujian. Tapi, bisa berbeda-beda bagi tiap orang. Ada yang terhitung sebagai ujian, ada yang adzab. Kalau orangnya taat, itu bisa jadi ujian. Buat yang ga taat, bisa jadi adzab. Tapi, bukan tugas kita untuk menilai ini ujian atau adzab. Jangan sampai kegaduhan dunia mengalahkan keimanan kita kepada Allah. Karena bagaimana pun Allah Maha segala sesuatu, Maha Memberi kemudahan. Allah kalau sudah mensifati dirinya denagn suatu sifat, pasti akan Dia tepati. Takut boleh, Hilang harapan itu haram. Tetap tenang, ikuti arahan. Tapi jangan lepas dari mengharap pada Allah, memnuhi hari dengan doa. Nabi Klaua sakit merutinan tida surat, merutinkan dzikir yang sesuai syariat.Ngamalkan sunnah bukan pakai sugesti, tapki pakai iman, yakin pada Allah! Syahid ada tiag: Syahid dunia dan akhirat. Yang berjaung menegakkan kalimat Allah. Syahid di dunia, yang berperang tapi ga karena Allah Tidak syahid di dunia tapi syahid di akhirat. Yang meninggal pas melahorkan, tertimpa bangunan, tenggelam, kena penyakit perut; tetep dimandikan dan dikagfani tapidapat pahala syahid akhirat. Jangan meminta penyakit meski di dalam penyakit tersebut bisa jadi ada keberkahan. janagn lupa berdoa kepada Allah, sebab doa bisa mengubah apa yang tidak bisa diubah. Muslim ada dua, thinker dan follower. Orang yang kena kurang akal sejak lahir; masuk surga, dengan ijin Allah. Mereka cuma ditanya satu hal: At'rifunii?
| |||||||||||

Tidak ada komentar:
Posting Komentar