Sabtu, 15 Agustus 2020

12 0kt0ber 2011


Ibu kota

Sungguh engkau kejam

Kau rampas malam ku yang damai

Kini penuh hiruk pikok gegap gempita

Kau rampas gelapku yang sunyi

Kau rampas cahaya rembulanku yang terang

Kini penuh cahaya

Tak menjangkau rumah kumuh dan pedesaan

Tak ada tempat gelapnya malam kecuali gelapnya hati

Tak ada terangnya hati selain terangnya matahari

Dimana malamku yang sunyi

Aku dapat tidur pulas tanpa suara

Dimana terangnya rembulanku yang ceria

Gedung tinggi lampu jalanan merusak ssegalanya

Ku tak dapat main umpetan seperti kata buyutku

Kau kemanakan halamnaku yang penuh  bunga

Di mana kau sembunyikan wanginya mawar

dimana engkau sembunyikan wanginya melati

laron pun tak sempat terbang kala musim tiba

kupu kupupun tak pernah lagi bertelur di dadaunan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar