Ibu kota
Sungguh engkau kejam
Kau rampas malam ku yang
damai
Kini penuh hiruk pikok gegap
gempita
Kau rampas gelapku yang sunyi
Kau rampas cahaya rembulanku
yang terang
Kini penuh cahaya
Tak menjangkau rumah kumuh
dan pedesaan
Tak ada tempat gelapnya malam
kecuali gelapnya hati
Tak ada terangnya hati selain
terangnya matahari
Dimana malamku yang sunyi
Aku dapat tidur pulas tanpa
suara
Dimana terangnya rembulanku
yang ceria
Gedung tinggi lampu jalanan
merusak ssegalanya
Ku tak dapat main umpetan
seperti kata buyutku
Kau kemanakan halamnaku yang
penuh bunga
Di mana kau sembunyikan
wanginya mawar
dimana engkau sembunyikan
wanginya melati
laron pun tak sempat terbang
kala musim tiba
kupu kupupun tak pernah lagi
bertelur di dadaunan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar