Desa itu namanaya kedunggaleng
Sebuah kampung kecil yang damai. Aman tanpa kejahatan. Masyarakatnya agamis, dengan masjid di tengah kampung, lengkap dengan bedug dan kentongan.
Masjid
itu tepat di samping halaman pak Modin Kholil.
Di
tengah kampung terbelah dengan rel kereta api
yang membujur membentang antara kota Wonogiri dan Baturetno. Yang mengarah utara dan selatan. Sedangkan yang
membujur arah timur dan barat telentang jalan besar peng hubung antar desa
kedesa yang merupakan rantai yang tak putus, desa yang mendampingi sungi Wiroko yang berhulu di kec. Tirtomayo. Dari Tirtomoyo iini menglir
sungai yang bermuara di Bengawan solo yang
berlanjut sampai wilayah Jawa Timur. Di sebelah utara desa adalah sungai Wiroko,
disebelah utara agak timur sebuah lereng bukit kecil yang di huni sebuah desa Putuk
dan Tulung
Sedangkan
sungai yang melingkar disisi utara dan timur merupakan pembatas wilayah
kecamatan.
Desa
yang merupakan penduduk muslim taat, yang di tandai dengan sholat
Jum’at dan ramainya ketika
tarawih romadlon dan perayaan hari raya,
Sedangkan
di sebelah selatan dan
barat dikelilingi persawahan, meski jauh dari perkotaan namun jangan tanya masalah pendidikan.
Desa ini juga memiliki Madrasah Ibtidaiyah, sedangkan untuk SMP dan SMA harus
rela merantau ke kota kabupaten yang berjarak 30 km atau kabupaten dngan jarak
60 km. Dengan sarana kendaraan truk atau bis umum yang masih jarang atau harus
jalan kaki 4 km untuk menuju stasiun sebelamu waktu subuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar