Sabtu, 15 Agustus 2020

Desa Kedunggaleng

Desa itu namanaya kedunggaleng

Sebuah kampung kecil yang damai. Aman tanpa kejahatan. Masyarakatnya agamis, dengan masjid di tengah kampung, lengkap dengan bedug dan kentongan.

Masjid itu tepat di samping halaman pak Modin Kholil.

Di tengah kampung terbelah dengan rel kereta api yang membujur membentang antara kota Wonogiri dan Baturetno. Yang mengarah utara dan selatan. Sedangkan yang membujur arah timur dan barat telentang jalan besar peng hubung antar desa kedesa yang merupakan rantai yang tak putus, desa yang mendampingi sungi Wiroko yang berhulu di kec. Tirtomayo. Dari Tirtomoyo iini menglir sungai yang bermuara di Bengawan solo yang berlanjut sampai wilayah Jawa Timur. Di  sebelah utara desa adalah sungai Wiroko, disebelah utara agak timur sebuah lereng bukit kecil yang di huni sebuah desa Putuk dan Tulung

Sedangkan sungai yang melingkar disisi utara dan timur merupakan pembatas wilayah kecamatan.

Desa yang merupakan  penduduk muslim taat, yang di tandai dengan sholat Jumat dan ramainya ketika tarawih romadlon dan perayaan hari raya,

Sedangkan di sebelah selatan dan barat dikelilingi persawahan, meski jauh dari perkotaan namun jangan tanya masalah pendidikan. Desa ini juga memiliki Madrasah Ibtidaiyah, sedangkan untuk SMP dan SMA harus rela merantau ke kota kabupaten yang berjarak 30 km atau kabupaten dngan jarak 60 km. Dengan sarana kendaraan truk atau bis umum yang masih jarang atau harus jalan kaki 4 km untuk menuju stasiun sebelamu waktu subuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar