Senin, 24 Agustus 2020


Bismillahirrahmanirrahim.

Tulisan ini sebagai bentuk keprihatinan author atas minimnya pengetahuan kaum hawa tentang darah-darah yang keluar dari (maaf) miss v wanita. Padahal, ilmu tentang darah wanita ini, wajib dipelajari oleh tiap individu wanita.

Bahkan, saking wajibnya, jika dia telah bersuami, lantas suami tidak mengijinkan istrinya tersebut keluar rumah untuk belajar tentang darah-darah itu. Maka, kewajiban belajar berpindah pada si suami. Untuk kemudian dia ajarkan sendiri pada istrinya di rumah.

Mengapa demikian? Karena darah-darah itu sangat berpengaruh pada ibadah seorang wanita. Insyaallah nanti saya jelaskan di bawah.

Dalam ketentuan syariat, darah yang keluar dari miss v seorang wanita terbagi menjadi tiga macam. Yaitu, darah haid atau menstruasi, darah nifas dan darah istihadlah.

Darah haid adalah darah yang keluar dari dalam rahim seorang wanita melalui miss v dalam keadaan sehat. Minimal keluarnya darah harus ada 24 jam, agar bisa di kategorikan sebagai darah haid. Dan maksimal atau batas boleh dikatakan darah haid jika darah tidak keluar lebih dari 15 hari. Jadi, apabila darah yang keluar kurang dari 24 jam, maka otomatis itu bukan darah haid. Jika ada shalat yang ditinggalkan ketika masa menunggu ini, maka shalat itu harus di qadla' atau diganti.

Begitu juga jika darah keluar melebihi 15 hari, maka darah tersebut masih ambigu. Tercampur antara darah haid dengan darah lain (darah istihadlah). Dan untuk menentukan mana yang darah haid dan mana yang darah istihadlah, biasanya akan dibutuhkan riwayat haid-haid sebelumnya. Maka dari itu, sangat dianjurkan bagi tiap wanita yang sudah mengalami haid untuk mencatat tanggal serta waktu keluar dan berhentinya darah.

Yang kedua, darah nifas. Darah nifas adalah darah yang keluar dari rahim wanita melalui miss v setelah melahirkan atau kosongnya rahim. Baik proses kelahiran dengan cara operasi caesar ataupun normal. Baik itu bayinya hidup ataupun meninggal. Baik yang keluar sudah berbentuk manusia ataupun masih berupa daging yang menggumpal.

Tentang darah nifas ini, masih banyak wanita yang salah kaprah memahaminya. Darah nifas, minimal keluar adalah cukup setetes. Memang ada wanita yang nifas cuma satu tetes? Ada, kok! Sayyidah Fathimah az-zahra al-batul binti Rasulullah Muhammad saw. Beliau ini wanita yang istimewa. Tidak pernah meninggalkan shalat sama sekali. Maka dari itu nifasnya hanya setetes saja.

Maksimal keluarnya darah nifas mencapai 60 hari. Jika darah keluar terus menerus tanpa henti dari setelah melahirkan sampai lebih dari 60 hari, maka otomatis darah itu tercampur antara darah nifas dan darah istihadlah. Jadi tidak ada ceritanya darah nifas kok sampai 70 hari bahkan 100 hari. Impossible!

Dan menurut penilitian ulama, kebanyakan wanita mengalami nifas sekitar 40 hari. 40 hari ini juga cukup banyak wanita yang salah memahaminya. Beberapa wanita menganggap nifas itu saklek 40 hari. Jadi meskipun darah sudah berhenti di hari ke 30, misalnya. Wanita yang belum tahu tersebut tetap mandi wajibnya menunggu sampai hari ke 40.

Ini kesalahan yang sangat fatal, lho! Otomatis selama 10 hari dia meninggalkan kewajiban-kewajiban ibadah yang semestinya dikerjakan. Seperti shalat 5 waktu dan puasa wajib (jika bertepatan di bulan Ramadhan). Sudah dosa meninggalkan kewajiban, tidak tahu juga kalau mempunyai tanggungan mengqadha' ibadah wajib tersebut.

Apakah ketidaktahuan mereka bisa di tolerir? Tentu tidak semudah itu, dong! Ketidaktahuan yang terjadi karena tidak mau mencari tahu, malas menuntut ilmu, lebih mementingkan ilmu duniawi, dan alasan-alasan lainnya yang tidak masuk akal. Justru akan melahirkan dosa lain lagi. Dosa meninggalkan kewajiban menuntut ilmu agama. Padahal, thalabul 'ilmi faridhatun 'ala kulli muslimin wa muslimatin. Menuntut ilmu (ilmu agama) hukumnya wajib bagi setiap muslim laki-laki dan muslim perempuan.

Jadi bunda-bunda yang mengalami nifas, segeralah mandi wajib jika darah sudah benar-benar berhenti. Meskipun belum mencapai hari ke 40. Begitu pun jika lebih dari 40 hari darah nifas belum berhenti, ya, jangan mandi wajib dulu. Karena batas maksimalnya nanti, di hari ke 60.

Untuk mengetahui darah sudah benar-benar berhenti atau belum, tidak cukup hanya dilihat dari (maaf) celana dalamnya saja. Karena terkadang, meski di celana dalam sudah tidak ada bercak darah sama sekali, tapi ternyata masih ada bercak darah di miss v nya. Untuk itu, cek yang benar adalah dengan menggunakan kapas (maaf) yang di colek-kan ke miss v. Sakit? Ngilu? Tidak sama sekali kok. Asal jangan sampai terlalu dalam saja mencoleknya. Hihi.

Lalu yang ketiga, darah istihadlah. Yang dinamakan darah istihadlah adalah darah yang tidak memenuhi kriteria darah haid atau darah nifas. Contohnya, darah yang keluar selama 23 jam saja. Lalu darah yang keluar lagi sebelum suci (bersih dari haid) genap 15 hari.

Jadi, suci atau bersih setelah haid juga ada minimal waktunya lho! Minimal suci harus ada 15 hari. Kurang dari 15 hari kok sudah keluar darah lagi, jelas itu darah istihadlah. Sedangkan maksimal masa suci, tidak ada batasannya. 20 hari, satu bulan, satu tahun, sepuluh tahun, boleh-boleh saja!

Begitu juga darah yang keluar terus menerus tanpa henti melebihi 60 hari setelah melahirkan, maka darah ini tercampur antara darah nifas dan darah istihadlah.

Wanita yang mengalami istihadlah, tetap wajib shalat 5 waktu dan puasa ramadlan, boleh membaca al-qur'an, boleh thawaf, dan mengerjakan ibadah lainnya. Meskipun darah terus mengalir dari miss v. Hanya saja, proses bersucinya yang sedikit berbeda. Jika wanita yang mengalami istihadlah akan mengerjakan shalat fardhu, maka ia harus bersuci (istinja' atau -maaf- cebok dan wudlu) ketika sudah masuk waktu shalat. Berbeda dengan wanita normal lainnya yang boleh wudlu beberapa menit sebelum masuk waktu shalat. Lalu satu kali wudlu hanya boleh untuk satu shalat fardlu saja. Misalnya bersuci (istinja' dan wudlu) untuk shalat dzuhur, maka ketika akan mengerjakan shalat ashar, dia harus bersuci (istinja' dan wudlu) lagi.

Penentuan darah istihadlah sangat tergantung dengan riwayat haid atau nifas sebelumnya. Kalau lupa atau tidak punya catatannya, maka akan semakin rumit proses penentuannya. Jadi sekali lagi, luangkanlah waktu untuk mencatat riwayat darah-darah yang keluar dari miss v, ya!

Pembahasan darah wanita tidak cukup bila author rangkum di tulisan ini. Silahkan bertanya lebih detail kepada pakarnya di daerah masing-masing. Banyak juga aplikasi yang menyediakan kemudahan penghitungan darah haid, nifas, atau istihadlah. Contohnya aplikasi "kalkulator istihadlah". Kita tinggal memasukkan data tanggal dan waktu keluar dan berhentinya darah. Maka otomatis, akan dihitungkan berapa hari haid. Atau sudahkah darah yang keluar bisa dikategorikan darah haid atau justru istihadlah. Silahkan di install, ya! Selamat mencoba!

Sumber: Face Book 

 

Kajian Ustadz Oemar Mita; Sisi Lain Penyakit

Sabtu, 15 Agustus 2020

Orang Kampung Pergi ke Jakarta


ya aku masih hangat ingat sekali, kami ber 4,  Ust Farchan,  Ust Anas Ahmadi, dan saya M. Choirudin. Liburan akhir tahun 1986, sulit rasanya melupakan peristiwa demi peristiwa yang mengesankan, yaa.. bagaimana tidak rasanya jan.. betul betul serasa orang kampuang nan jauh merantau ke kota. Dengan bawaan yang  sangat minim,uangpun minimalis, Cuma ada satu kata ; “ke Jakarta.” Ke tempat siapa? Ustd.mulyadi husen.!

Tanpa rencana, tanpa apa-apa langsung berangkat.

Entah bagaimana ceritanya yang jelas sepotong-sepotong masih ingat perjalanan demi perjalanan, di terminal pulau gadung,

Pada masa itu tentu yang namanya telepon genggam belum ada gambaran, mungkin film Jims Boon saja yang pernah muncul telpon tanpa kabel. Ketika turun dari bus, kayaknya ssudah agak siang waktu itu, langsung mencari telpon umum dengan koin. Menghubungi  ustd mulyadi husen. Singkat kata dah ketemu dan dijemput dengn mobil atau apa saya lupa,  rumahnya di Kebon k\Kacang belakang Sarinah. Dekat dengan sungai kecil , ya allah betapa padatnya penduduk begitu berjubel dengn rumah yang begitu tersasa berdesakan, kono tanah disitu harganya permeter 1 jutaan, woow, mahal amat. Waktu itu gaji pegawai lulusan slta atau pesantren, yaa sekitar 100 ribu, kalo saya bergaji sekitar 60 ribu rupiah !!!. pada malam harinya kami diajak bertiga ke rumah Usth QQT , dan pulangnya kebetulan sudah larut malam, dengan naik bajaj kami bertiga. Wah ini pertama kali naik bajaj. Yang begitu unik dan lincah sekaligus murah, dan sampai tujuan yang sampai masuk gang  yang sempit, seperti dalam nyanyian tety kadi gang .kelinci. sbelum masuk gang mampir ke sarinah, woo allah ini  pasar macam apa , melihat harga yang tak terjangkau bagi buruh kecil (maklum waktu itu solo belum ada swalyan supermarket apalagi  maal !!

ISTRI SUAMI SAYA


Pada suatu hari, di ma’hadku ada ustadzah, baru, yang penampilannnya agak bebeda dengan ustadfzah yang lain,

Karena penasaran seorang santri bertanya  pada ustadzah yang penampilannya sama yaitu dengan jilbab yang besar

Tanya santri “ Ustadzah, itu ustadzah yang baru itu putri  ustadzah, Ya?”

Ustadzah menjawab:” lho kenapa,. 

Santri menjawab;”  Beliau kan jilbabnya besar, seperti ustadzah,”

Ustadzah menjawab, ooh, itu,  Dia bukan putriku, tapi Istri suamiku!”

Santri hanya melongo terbengong-bengong : “ ???....”

Ustdzah menasehat : “ anakku, ketahuilah, bahwa perbandingan laki-laki dan perempuan sekarang ini 4 : 1, maka karena dia itu sholehah, maka aku lamar dia untuk menjadi istri dari suamiku.

Makan Korma Tanpa Isi


Pada suatu saat, rosulullah bersama sahabat bdalam satu majlis, sedang santai sambil memakan kurma bersama-sama

Dengan keakraban yang sesungguhnya ,sebagai seorang muslim , Rasulullah bersama sahahabatnya nya,

Kebetulan ali RA, berdampingan dengang rasulullah salallahu a.w. Iseng-iseng .

Setiap makan sebiji kurma, maka isi kurma itu dikumpulkan bijinya dijadikan satu dengan biji kurma yang berada dihadapan rasullah.

Kemudian setelah agak banyak, Ali r.a  bertanya kepada para sahabat, “siapa yang paling banyak makan kurma, dengan biji yang begitu banyak, tentu sahabat mengatakan “rasulullah yang banyak memakan kurma. Namun dengan ringan rasulullah menjawab.

Ya, tentu bukan saya, yang paling banyak memakan kurma, namun Ali Ra. Yang mungkin lebih banyak memakan  kurma.

“ lho kenapa ya Rasulullah?
“ iya , bagaimana saya tahu berapa banyak yang ia makan , kalian bisa lihat sendiri, Ali memakan kurma, namun isinya tidak tersisa. Kalau saya  makan kurma , namun  bijinya tidak saya makan..”

Tentu yang lain melongo…  dengan jawaban balik dari Rasulullah.

ANTARA MINA DAN AROFAH


Kamis  Solo 1 desember 2008

 

Pagi fajar mulai menyingsng di mina

Antrian kamar mandi berjajar sempurna

Disisi kiriku asramaku ibu-ibu

Di depanku bapak apak

Disampingku warga cina

Adzan terkumandang di masjid tengah mina

Sholat subuh usai dilakukan

Bus berjajar menunggu 27 kilo Arofah depanku

Subhanallah

Lautan manusia bersemangat bak genderang perang di kobarkan

Sejauh memandang lautan manusia

Putih bercahaya bak bulan purnama

ANTARA MAKKAH DAN MINA


Panas membakar kulit

Langit cerah tanpa awan tersisa

Debu membubung bertebaran mengudara

Angin terasa berhentti sejenak berlindung di gua gua

Air keringat mengalir bak mata air antara pohon belantara

Kerongkongan mongering bak kemarau tak tau kapan hujannya

Bumi terasa berhenti

Manausia hanya bisa saling tatap mata

Ntah mereka malaikat atau manusia

Rasa hausku, mereka tak dapat merasa

Air..air..air

Tak ..ada

Bus ber ac bak rongsok besi tua diladang sampah dunia

Sunyi

Meski ribuan manusia terlihat manusia

Entah kenapa yang past inii kehendak Ilahi

Kanan kiri muka berlakang seakan seekmpulan rongsokan bus bejajar di jalan raya

Tak beranjak

Tak bersuara Yaa  Raaabb, Yaaa Rab ampunilah hambamu

Ini terjadi karena dosaku

 

16 jan 2012 jam 11.oo


Klik..

Ketukan keyboktu satu hentakn

Membuka segala kebaikan

Membuka kesempatan kemaksiatan

Ah…

Aku harus berangakat  mengajar

 

Waktu

Subhanallah Engkau sungguh Maha segalanya

Tanpa pandang bulu Engkau melindas siapa saja

Tak urung aku juga

Ya Allah lindungilah diriku dari waktu yang sia sia

Hidupkan cahaya dzikir dikalbuku

Nyalakan semangat amal ntuk pengabdia padaMu

Dosaku tak terhingga , siapa lagi yang mengampuninya selain Engkau juga

Tobat slalu terucap,  ku tahu luasanya ampunanmu

Ya Raabb Engkaulah yang maha pengampun

Lilin kecil cukup menyulut hutan yang luas tak terbatas

Lampu istighfarku jadikan nyala toubatku

Mata memandang yang Engkau larang

Hati berbisik yang slalu mengusik

RahmatMu adalah harapanku

AmpunanmMu adalah dzikirku

Tak ada waktu sia-sia jika taubat terbuka

Tak ada kelebihan wktu untuk dzikir kepad

 

12 0kt0ber 2011


Ibu kota

Sungguh engkau kejam

Kau rampas malam ku yang damai

Kini penuh hiruk pikok gegap gempita

Kau rampas gelapku yang sunyi

Kau rampas cahaya rembulanku yang terang

Kini penuh cahaya

Tak menjangkau rumah kumuh dan pedesaan

Tak ada tempat gelapnya malam kecuali gelapnya hati

Tak ada terangnya hati selain terangnya matahari

Dimana malamku yang sunyi

Aku dapat tidur pulas tanpa suara

Dimana terangnya rembulanku yang ceria

Gedung tinggi lampu jalanan merusak ssegalanya

Ku tak dapat main umpetan seperti kata buyutku

Kau kemanakan halamnaku yang penuh  bunga

Di mana kau sembunyikan wanginya mawar

dimana engkau sembunyikan wanginya melati

laron pun tak sempat terbang kala musim tiba

kupu kupupun tak pernah lagi bertelur di dadaunan

Hari ini tanggal 27 juni 2010

 


Hari yang indah cerah ceria , angin bertiup lamban, rumput berembun merata , pagi menyapa dengan kelembutan semilir udara yang menyejukkan. Ilahi engkaulah yang memiliki segalanya, tak ada yang tertinggal setiap saat Engkau menyiramkan kasih sayangmu, begitu penuh kemurahan, tak pandang bulu,

 

MEMANCING IKAN GABUS

“horeee… horee… aku dapat, aku dapat…” sorak ku, teman-teman sama menoleh apa yang aku dapatkan, seekor ikan gabus sebesar tangan orang dewasa meronta-ronta diujung kailku, kutarik dari ketinggian kurang lebih sepuluh meter dari atas jembatan kereta api. Saya berdiri dikerangka jembatan sambil mengamati pergerakan iikan gabus yang menepi mengikuti bayangan jembatan. Setelah kelihatan ikan gabus kulempar umpan agak jauh yng jjika kutarik akan mengarah kepermukaan ikan gabus. Biasanya tidak menunggu lama ikan gabus kan menyambar umppan, nah disaat ituilah detik detik yang sangat menyenangkan. Ketika umpan sudah diyakini di telan kutarik dengan hentak , mak kail akan mengait di kerongkongan ikan, hampir bias dipastikan aiiakn akan tersangkut. Namun demikian, kadang ikannyya terlalu bedsar sebingga tali kail putus, atau kailnya nyangkutnya kurang dalam, sehingga mulut ikan akan sobek. Kalau dah begita wooowww.. kecewa berat dan ndak mungkin ikan itu akan nyamber umpan kita lagi, bahkan ikan yang lain menjadi seembunyi.

Sudah menjadi kebiasaan jika musim kemarau, saya bersama teman sekampung mancing diatas jembatan kereta api jurusan solo baturetno, sebuah kecamatan diujung selatan daerah wonogiri.

Selepas sekolah sambil menggembala kambing, mencari umpan disekitar sungai berupa precil (katak yang masih kel sebesar ujung jari). Kadang umpannya cacing  atau orong-orong (binatang sejenis jangkrik yang hidupnya di tanah basah yng berada dibawah permukaan tanah.

Sungai wiroko sebuah sungai yang masih jernih airnya bening. Sehingga kedalam 1 meterpun dasar sungai kelihatan, ikan kecil seperti cendol yang sangat banyak, jjika ada makanan yang lewat hanya sekejab sudah habis dikerumuninya. Ikan merupakan pemandangan yang sangat menyenangkan. Waktu itu belu ada jarring, belum ada pestrisida, sehingga semakin tahun semakin banyak ikan berkembang biak. Hal itu terjadi sampai kira kira tahun 80 an. Sudah ada jarring dan pestisida.yang ada waktu itu hanya alat tradisional. Yang di rajut sendiri oleh pemiliknya. Untk memebeli sulit rasanya mendapatkan uang pada tahun 70 an.

Dibawah jembatan disisi utara  ada beberapa batu besar, disisi selatan juga terdapat batu yang menjulang, yang biasanya jika untuk mandi, di sungai ini batu yang kedua belah sisi ini tempat anak-anak melompat unutuk berenag mandi disungai,

Jika pagi hari sebeluilum berangkat sekolah jika musim kemarau, sungainya kadang selain jernih juga airnya hangat. Karena pengaruh kemarau. Mandi ramai -ramai sudah menjadi kebiasaan anak-anak desa kami dan sekitarnya .meski demikian kami terbiasa menutup aurat dengan mengenakan celana pendek atau sarung.  

Kedungnggaleng, sebuah desa yang dilewati kereta api jurusan solo wonnogiri baturetno. Sebuah desa yang nyaman dan penuh keceriaan. Meski jauh dar perkotaan.

Di sebelah utara dibatasi sungai, utara sungai desa tulung dan putuk, seeeebelah timur berdampingan desa kedung pasasr, sebelah selatan dibatasi  persawahan yang berbatsan denga desa gambol sedangkan disebelah barat dibatasi denbgan persawahan yang besambbung dengan dua desa sampelan dang pengkol, kwdua desa ini dilewati jaluir darat bis anatar kota yang menghubungkan pacitan wongiri dan solo. Disinilah biasanya anak-anak kapnung kedungggaleng mengenghentikan bis untyuk menuju solo atau wonogiri.

desa kedunggaleng  Kurang lebih 5 km untuk menuju  kecamatan nguntoronasdi(betal) yang terdekat, dan ke Bturetno kurang lebih 15 km. sedangkan untk ke kabupaten wonogiri kurang lebih 30 km.

Namun demikian hampir semua remaja mengenyam pendidikan meskipun saat itu hanya SPG dan PGA namun itu sebuah prestasi yang luar biasa untuk tahun tujuh puluhan, hampir bias di pastikan selesai sekolah diangkat menjadi pegawai negeri, yaitu guru.

KEDUNGGALENG TAHUN 70 AN

Rumah campuran antara kayu dan bamboo berdiri kokoh menaungi keluarga bear kami, diantara keistimewaan yang tak terlupakan salah satu pintu kami merupakan lembaran kayu jati yang berdiameter 1 meter yang kini masih kokoh merupakan pintu utama rumah ayah kami. Lantai bercampur antara batu bata merah persehi dan sebagian tanah, aku masih sangat ingat sekali hampir setiap tahunnya menjelang hari raya lebaran membenahi batubata yang bergeser karena tanah yang menggembung karena pengaruh hujan, dan kalau kemarau tanah menganga, akibat panas yang terik. Tidak lupa membeli beberapa gumpal batu gamping dari tobong pembekaran gamping di kampong kepek sebelah timur kecamatan nguntoro nadi. Batu ini di masukkan kedalam ember ditunggu beberapa saat sudah mendidih lebnur menjadi enjet, ini lah cat rumah kami saat itu , warna tunggal, putih bersih sebersih hati penghuninya.

Sebagian dinding rumah terdiri dari anyaman bamboo (gedeg)

Rumah ini terdiri dari tiga rumah, rumah induk yang berfungsi rumah tinggal yang sebagian di kamar-kamar, salah satunya kamar merupakan gudang  yang berisi beberapa bodag ( wadah besar yang terbuat dari anyaman bambu) untuk menyimpan padi maupun gaplek ( singkong yang dikeringkan) ada juga tumbu (yang biasa untuk membawa hasil panenan dari ladang atau menjual ke pasar) , jodang ( kotak kayu yang ber jeruji kayu besar biasanya untuk hantaran calon penganten yang berisi pisang raja, jadah , padi, beras dll) , dan sebelah pojok ada seperangkat tempat tombak yang berisi beberapa tombak, yang ditutup dengan kain hitam, yang berjajar.

Selain rumah induk ada juga rumah dapur, yang berisi beberapa tumpuk kayu bakar, dua lincak besar, untuk persiapan masak, ada juga lumpang, selah pojok utara batrat ada genong air, sebelah pojok selatan ada beberapa tarangan ayam, dan tiang dekat tarangan ayam untuk mengikat kambing. Sebelah tengah bagian Timur ada 2 tungku masak yang setiap pagi dikerumuni anggota keluarga, saat musim dingin diatas tungku pemasak tergantung asang yang terbuat dari anyaman bamboo yang berfungsi untuk menyimpan bibit tanaman agar tidak terserang hama bubuk (binantang kecil-kecil semacam kutu).

Di dinding sebelah luar rumah dapur biasa bersandar alat-alat pertanian, juga biasa kutaruh pancing ikan, percak (jarring ikan yang punya gagang yang biasa klu buat sendiri).

Depan rumah dapur rumah bangunan trebuka, yang terisi kandang kambing, lesung, lumping serta kayu bakar serta tempat mengumpulkan sampah kering untuk cadangan kayu bakar jika musim penghujan.

Dibagian tenggara biasa dinyalakan api unggun di lalam hari untuk mengusir naymuk serta binatang yang mengganggu sekaligus penerangan (maklum tahun itu belum ada petromak apalagi listrik.

Di depan rumah utama sebelah kanan berdiri tegak pohon sawo sebesar dekapan orang dewasa, disebelah kiri rumah dapur berdiri tegak pohon sawo juga sebesar dekapan orang dewasa juga, entah sejak kapan aku tak mengerti, sejak masa kecilku pohon-pohon itu sudah tegak dan tak henti menghasilakan buah sawo, adapu dekat rumah lesung, berdiri menjulang tinggi sebesar satu setengah dekapan orng dewasa pohon apel(sawo hijau yang hanya bisa dimakan ketika buah itu masak di pohon, dagingnya putih dan manis  orang kampungku menyebutnya apel) ketika buah sudah pada masak bila angin kencang meniup dengan keras maka buah itu berjatuahn tinggal mengambilnya.

Reoni Di Kaliurang

24 desember , tentu peristiwa yang menarik bagi saya  alumni pabelan lulus tahun 1987, sedang bersilaturahim  mengadakan pertemuan Alumni di jalan Merbabu 2 wisma Arimbi,dan  Arjuna. ya, biasa nggedebus panjang lebar luas dan kangen sak pole sama teman- teman lama,  salin bagi cerita, sering pengalaman,  aku sendiri ndak banyak pahan teman-teman yang dating karena dulu pada kecil-kecil kurus  ya maklum makanan fersi pesantren jaman dulu, kenyang itu saja dah cukup. Sedangkan sekarang aduhh.. karena makmur banyak yang argonomis, nyaris tanpa sudut. Alis gemuk-gemuk yang berarti makmur.


Menunggu Jawaban Doa

Hari ini senin tanggal 30 desember 3013

Yaa rabb,  Engkaulah pemilik segalanya

Engkau penggenggam segala urusan

Yaa raab mudahkanlah segala urusaku

Tak lepas ku berdoa kepadamu

Kewajiban telah kulakukan, doa telah ku panjatkan

Hamba menunggu jawabanMu


Desa Kedunggaleng

Desa itu namanaya kedunggaleng

Sebuah kampung kecil yang damai. Aman tanpa kejahatan. Masyarakatnya agamis, dengan masjid di tengah kampung, lengkap dengan bedug dan kentongan.

Masjid itu tepat di samping halaman pak Modin Kholil.

Di tengah kampung terbelah dengan rel kereta api yang membujur membentang antara kota Wonogiri dan Baturetno. Yang mengarah utara dan selatan. Sedangkan yang membujur arah timur dan barat telentang jalan besar peng hubung antar desa kedesa yang merupakan rantai yang tak putus, desa yang mendampingi sungi Wiroko yang berhulu di kec. Tirtomayo. Dari Tirtomoyo iini menglir sungai yang bermuara di Bengawan solo yang berlanjut sampai wilayah Jawa Timur. Di  sebelah utara desa adalah sungai Wiroko, disebelah utara agak timur sebuah lereng bukit kecil yang di huni sebuah desa Putuk dan Tulung

Sedangkan sungai yang melingkar disisi utara dan timur merupakan pembatas wilayah kecamatan.

Desa yang merupakan  penduduk muslim taat, yang di tandai dengan sholat Jumat dan ramainya ketika tarawih romadlon dan perayaan hari raya,

Sedangkan di sebelah selatan dan barat dikelilingi persawahan, meski jauh dari perkotaan namun jangan tanya masalah pendidikan. Desa ini juga memiliki Madrasah Ibtidaiyah, sedangkan untuk SMP dan SMA harus rela merantau ke kota kabupaten yang berjarak 30 km atau kabupaten dngan jarak 60 km. Dengan sarana kendaraan truk atau bis umum yang masih jarang atau harus jalan kaki 4 km untuk menuju stasiun sebelamu waktu subuh.

Puisiku

 

Aku terpasung suara suara

Terbelenggu sunyi dalan keramaian

Nda tak berirama berirama tanpa nada

Tanpa warna indahnya taman bunga

Tak ada wangi di taan sari

Sebut nama Tuhanmu

Niscaya cahaya kan bersinar

Taman bunga prnuh keindahan

Harum semerbak wangi bermakna

Segar bercahaya

Bahagia tanpa batas

8 desember 2008 di Mina


Garuda Indonesia dengan nomer lambung ,… mengangkut jamaah haji  kloter 8 solo landing dengan mulus, nyaris waktu subuh berlalu, dengan sigab mencari jalan keluar pemeriksaan dengan marathon. Sudah biasa pencarian pertama toilet, kamar  mandi, setelah itu musholla.

Saya sendiri tidak tahu mushola bentuknya kaya apa, yang pasti setahu saya ini mushola darurat, nyediain, jamaah haji. Masjid yang susungguhnya pasti ada, namun mana mungkin mencari di daerah yang tidak dikenali. Yang penting kemana arah kiblat harus aku menghadap sholat.

Alhamdulillah tak ada masalah lancer.. carrr..t ak ada kendala. Tak lama kemudian petugas membagikan jatah makan. Untuk sarapan sambil menunggu barang dari pesawat diturunkan langsung diangkut di atas bis yang kami tumpangi

Sungguh menakjubkan begitu trengginas (cekatan) para petugas mengurusinya. Sebagian mereka sepertinya saudara2 dari afrika.

Sekian waktu tak begitu lama, yaa Raab sungguh Mulia Engkau tak kusangka hambaMu si penggembala kambing di kampong kedunggaleng tlah Engkau ijinkan menuju rumahMu dan rumah RasulMu. Seandainya bisa ingin rasanya kumeneteskan airmata,  tapi rupanya Kau ya Allah tak mengijinkannya. Semoga dilain hari ku dapat mengunjungi Rumahmu yaa Allah dengan mengalirkan air mata. ( semoga dosakupun terampuni berapapun esarnya)

Sufgguh luar biasa betapa lluas Bandar king abdul aziz, mungkin selebar kecamatan di jawa. Entah lah  walahu alam.

Bus mulai bergerak meninggalkan bandara yang terkesan pertama adlah yang tak ada di kampungku, yaitu kebun kurma dengan daun yang menjuntai khash, yang saya ingat jalan-jaln tidak luas namun terlalu luas serta lurus dengan permpatan tanpa persinggungan, alias melingkar melalui ats jalan atau bawah jan untuk berbelok arah.

Jeddah telah terlampaui, kinni mengarungi padang luas yang tak selesai di padaang yang begitu panjang. Subhanallah, denga kekuasaan Allah daerah yang begitu gersag   namun penduduknya makmur tanpa kekururanga suatu apa.

   Panduan Jarak Antarkota yang Dilalui dalam Perjalanan Haji

Minggu, 29 July 2012   Tags: perjalanan haji, arab saudi, jarak antarkota   Views: 1986

 

Inilah jarak antar kota kota yang dilalui dalam perjalanan haji di Saudi Arabia:

http://cp.jurnalhajiumroh.com/uploads/radhite/image/jeddah.jpg

Jarak Air port King Abdul Aziz- Kota Madinah: 425 km.

Jarak Air port King Abdul Aziz – Kota Makkah: 107 km.

Jarak Kota Madinah – Bir Ali: 12 km.

Jarak Kota Madinah – Madinatul Hujjaj (asrama haji Indonesia di Kota Jeddah): 457 km.

Jarak Kota Madinah – Kota Makkah: 498 km.

Jarak Kota Makkah – Bir Ali: 486 km.

Jarak Kota Makkah – Arafah: 25 km.

Kota Makkah – Mina: 7 km.

Jarak Kota Makkah – Muzdalifah: 12 km.

Jarak Kota Makkah – Madinatul Hujjaj (asrama haji Indonesia di Kota Jeddah): 75 km.

Jarak Arafah – Kota Madinah: 525 km.

Jarak Arafah – Mina: 14 km.

Jarak Arafah – Muzdalifah: 9 km.