01-010-2020 kamis
Sore ini
Matahati telah turun
Panas sudah mulai reda
Kubuka candela sebelah barat rumah
Ya Allah tak kuduga sengatan panas yang
memantul dari tembok dan daun candela begitu menyengat
Betapa dahsyatnya mentari menyinari bumi
Sawah Mbah Suyuti
Ahad
11 Oktober 2020, saya , mas din, Nafis diampiri Siti Mufidatun n’im dan
suaminya mas Joko silaturrohmi ke Batu, tujuan pertama adalah desa dawung, keluarga mbakyu Sunarti
Suyuti, lanjut ke … keluarga kangmas Rohmad
Suyuti, Alhamdulillah Kang Rohmad sudah pulang dari sawah, sehingga teh panas
dan lainnya menemani obrolannya, tak
ketinggalan makan siang yang masih kepul-kepul siap disantap. Hingg adzan
dhuhur dikumdangkan menuju ke pendopo mbakyu Mahmudah Suyuti, Alhamdulillah
semua sehat, tidak berezeki, habis sholat, anak-anaknya ada acara
sendiri-sendiri jadi obrolan. Akhirnya pamit pulang menuju rumah mbakyu sunarti
lagi, yang sedari pagi menemani silaturrohmi kami.
Dalam perjalanan ada obrolan tentang
kehidupan mbah Suyuti yang rajin ke sawah. Akhirnya mampir ke daerah Boto,
napak tilas dan melihat sawah dan kebun
mbah Suyuti. Tempat ditemukan dan dikenali dengan sangat mudah, karena
dekat jalan raya dan tidak ada perubahan. Katikan menginjakkan kaki ke sawah
mbah Suyuti yang sangat luas, sambil
melangkahkan kaki setapak demi setapak, ada perasaan sedih menggelayuti hati
ini, serta ada harapan sendainya sawah bias kembali ke tangan keluarga Abu
Suyuti lagi.
Hari ini, ada postingan sawah mbah
Suyuti dan menjadi pembahasan tentang hal ini. Semoga allah kabulkan azzam
keluarga Abu suyuti untuk bias memiliki kembali sawah ladangnya. Aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar