Kamis, 01 Juli 2021

TIPS MENCARI JODOH

 

By. Satria Hadi Lubis

Beberapa tips mencari jodoh :

1. Tujuan utama menikah adalah menyempurnakan pengabdian kepada Allah. Baru yang kedua untuk mendapatkan kebahagiaan. Mereka yang lambat menikah melambatkan pengabdiannya kepada Allah.

2. Setiap orang sudah punya jodohnya masing-masing. Tugas kita mencari jodoh dengan cara memperbaiki diri agar mendapat jodoh yang baik juga, aktif bergaul di tempat-tempat kebaikan, dan melakukan ta'aruf (perkenalan) ketika target menikah sudah dekat. Tidak perlu pacaran sebagai cara penjajakan karena dosanya banyak dan tidak menjamin bisa cocok setelah nikah.

3. Jangan melihat materi dan fisik sebagai kriteria utama untuk menikah. Justru iman dan akhlaq sebagai kriteria utama menikah. Iman dan akhlaq lebih langgeng dan lebih menjamin kebahagiaan.

4. Jangan menunggu jodoh yang ideal, sehingga menunda terus menikah. Setiap orang pasti punya kekurangan. Mustahil dapat jodoh yang ideal. Yang penting ada rasa tertarik (chemestry) sudah cukup sebagai isyarat untuk penjajakan pernikahan. Tidak usah menunggu cinta dulu. Cinta sebaiknya datang setelah nikah. Jika cinta datang sebelum nikah biasanya kita berubah menjadi melankolis, emosional, nafsu, dan lebay. Tidak lagi rasional dan imani.

5. Untuk pria, tidak perlu mapan dulu baru berani menikah sebab nanti lambat menikah. Nanti anak masih kecil, bapaknya sudah tua. Yakinlah.. menikah adalah jalan untuk memperbanyak rezeki. Untuk perempuan, jangan cari pria mapan karena biasanya pria yang mapan sudah menjadi om-om.

6. Jarak antara ta'aruf dan menikah jangan lama-lama. Idealnya kurang dari satu tahun. Di bawah enam bulan jauh lebih baik untuk menghindari zina hati. Itulah sebabnya men-tek (janjian akan dilamar padahal waktunya masih lamaaaa) jangan dilakukan.

7. Yakinlah jika Anda baik insya Allah akan mendapat jodoh yang baik. Jangan gusar takut gak dapat jodoh. Fokus saja memperbaiki diri, beraktivitas yang bermanfaat, berdakwah dan luaskan pergaulan dengan gaul yang syar'i. Nanti kalau sudah waktunya untuk menikah baru cari jodoh dengan cara ta'aruf tanpa pacaran, dengan dibantu teman yang sholih, guru ngaji atau ortu.

8. Sering-seringlah berdoa. Termasuk membaca doa yang populer surat 25 ayat 74,

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

Semoga Allah memudahkan Anda mendapatkan jodoh yang sholih/sholihah. Barakallah..

 

UCAPAN AJAIB UNTUK PASANGAN

KETIKA saya antri di ATM beberapa hari lalu, ada seorang istri yang juga sedang antri membentak suaminya dengan kata "be*o loe." Pelan sih ngomongnya, tapi hentakan kalimatnya bernada tinggi.

Saya terus terang kaget dengan kata kasar semacam itu, apalagi dilakukan oleh seorang istri kepada suaminya. Mungkin pada kultur masyarakat tertentu kata-kata kasar semacam itu sudah lumrah diucapkan dan dianggap biasa. Seperti biasanya anak-anak muda sekarang ngomong "an*ing" tanpa merasa bersalah.

Namun dalam komunikasi suami istri sebaiknya kata-kata kasar tak diucapkan. Saya sendiri belajar berkata tidak kasar dari istri saya yang tak pernah sekalipun mengumpat saya. Sebaliknya, ini kata istri saya, ia belajar berkata dengan volume pelan dari saya. Maklum istri saya anak tentara yang terbiasa berkata dengan volume keras sebelum menikah dengan saya.

Saya dan istri malah terbiasa menggunakan ucapan ajaib (magic words) untuk berkomunikasi sebagai modal utama menjaga kerukunan suami istri. Beberapa ucapan ajaib tersebut antara lain :

1. Salam

Membiasakan mengucapan salam "assalamu'alaikum", baik ketika bertemu langsung atau via telpon. Ucapan ini membentuk jiwa penuh kedamaian pada diri suami istri.

2. Dzikir

Membiasakan ucapan yang mengandung dzikir kepada Allah dalam merespon segala sesuatu. Misalnya, "Astaghfirullah, Subhanallah, Alhamdulillah, Masyallah, Insya Allah, Barakallah", dan lain sebagainya. Bukan ucapan: "Astaga! Gila! Buset!" Dzikir menciptakan karakter taqwa pada diri suami istri.

3. Tolong

Membiasakan untuk mengucapkan kata "tolong" kepada pasangan setiap kali meminta bantuan. Jika terbiasa dengan kata ini, akan tumbuh karakter rendah hati dan tidak sombong.

4. Terimakasih

Biasakan mengucapkan kata terima kasih atau jazakallah khoiron katsiro kepada pasangan untuk berbagai hal yang positif walau sepele, sebagai apresiasi kepada pasangan yang telah memberikan pertolongan. Ini cara untuk menghargai pasangan dan menumbuhkan kebesaran jiwa.

5. Maaf

Biasakan untuk tidak malu berkata "maaf" atau "afwan" kepada pasangan. Jangan gengsi untuk lebih dulu minta maaf. Bahkan kalau perlu kata "maaf" itu menjadi kata "wajib" yang diucapkan walau tidak merasa bersalah. Orang yang terbiasa meminta maaf akan tumbuh sikap empati dan kasih sayangnya.

6. Iya / Baik

Biasakan mengucapkan kata "iya/baik" sebagai respon dari nasihat atau masukan dari pasangan. Jangan langsung tidak setuju. Cerna dulu sebelum berkata tidak. Kalau kita tidak setuju katakan saja "Oke saya pikirkan dulu..." Ungkapan ini membuat pasangan merasa dihargai dan dipedulikan.

7. Izin/Permisi

Biasakan meminta izin atau permisi kepada pasangan dalam berbagai kondisi. Termasuk meminta izin untuk menggunakan benda yang bukan miliknya. Juga mengucapkan "permisi" ketika kita melangkahinya untuk mengambil sesuatu. Hal ini membentuk karakter tertib dan etis.

8. Doa

Jangan lupa untuk selalu mendoakan pasangan. Kata-kata "Semoga..." atau ucapan doa lainnya perlu sering diucapkan kepada pasangan. Sebab doa adalah senjatanya orang mukmin untuk melakukan kebaikan dan sebab turunnya keberkahan dalam hubungan suami isteri.

Kali ini saya ingin berdoa kepada istri saya nun jauh disana :

"Ya Allah, wahai harapan orang-orang yang rindu. Sediakanlah untukku sebagian dari rahmat-Mu yang luas. Berikanlah aku petunjuk kepada ajaran-Mu yang menenangkan, serta bimbinglah aku dan istriku menuju kepada kerelaan-Mu yang penuh dengan kecintaan-Mu."

By. Satria hadi lubis

4 Fungsi al Qur’an

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa 1/3 dari Al-Quran merupakan kisah. Artinya kisah memiliki peran yang sangat besar untuk kehidupan kita, sebagaimana Allah menurunkannya pada Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam sebagai panduan hidup. Berikut merupakan beberapa fungsi dari kisah :

•Kisah menunjukkan keimanan,

Jika kita mengisahkan rasul umpamanya saat rasul dalam peristiwa beliau dengan mukjizatnya membelah bulan yang diabadikan dalam surat al-qomar, ketika kita mengisahkan kisah ini dan membenarkannya maka kita mengimani apa yang telah terjadi.

•Kisah menjelaskan sesuatu dengan detail,

Kisah merupakan nasehat yang sangat lembut dan sopan. Kita bisa menasehati seseorang dengan menceritakan kisah yang memberikan hikmah tertentu sesuai dengan peristiwa yang sedang dialami.

•Kisah memberikan petunjuk,

Sejarah akan menjadi petunjuk jika kita memiliki masalah maka mari bertanya pada sejarah dan apa solusinya dan begitupun dalam mencari inspirasi.

•Kisah merupakan rahmat (kasih sayang) bagi orang-orang beriman,

Allah Subhanahu Wa Ta'ala menunjukkan kasih sayangnya dengan kita membaca sejarah maka kita bisa jumpai bahwa hidup kita lebih baik dari banyak orang lain di muka bumi ini.

-----

@budiashariofficial

 

Akhlak Guru

Akhlak dan keteladan kepada seorang guru adalah sesuatu yang bukan merupakan pilihan tapi dia adalah sebuah keharusan.

Seorang guru adalah seorang yang menjadi keteladanan bagi siapapun anak didiknya.

Keteladanan itu sesuatu yang dipelajari oleh murid sebelum dia mempelajari ilmunya. Adab akhlak itu sangat luar biasa.

Ibnul Mubarok berkata,

تعلمنا الأدب ثلاثين عاماً، وتعلمنا العلم عشرين

“Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun.”

MasyaAllah...

beliau dari para gurunya belajar keteladanan mereka, meniru mereka, mempelajari akhlak mereka 30 tahun lamanya belajar itu. Dan belajar ilmu hanya 20 tahun, lebih sedikit.

Imam Ibnu Jauzi dalam Shifatush Shafwah juga menyampaikan pernyataan Abdullah bin Mubarak yang lainnya bahwa adab itu dua pertiga ilmu.

Kalau seseorang ingin mendapatkan ilmu yang bermanfaat, ilmu yang banyak, dan melimpah, maka berlajar adab sebelum ilmu.

Maka, berdirilah untuk guru berikan kepada mereka kemuliaan karena nyaris saja guru menjadi seperti Rasul Shalallahu 'Alaihi Wasallam.

Barakallahu Fiikum,

Semoga Allah senantiasa menjaga dan memberikan pahala balasan terbaik atas jasa-jasaMu wahai para guru.

-----

@budiashariofficial

Sabtu, 13 Februari 2021

Belajar Kepada Orang Zalim


 

 

 

وعن أَبي هُرَيْرَةَ ، عن النَّبِيِّ  قَالَ:

مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْه   ( رواه البخاري).

 

Dari Abu Hurairah:  Nabi bersabda: “Siapa yang pernah berbuat zalim terhadap kehormatan saudaranya atau sesuatu apapun hendaklah dia meminta kehalalannya (maaf) pada hari ini (di dunia) sebelum datang hari yang ketika itu tidak bermanfaat dinar dan dirham. Jika dia tidak lakukan, maka (nanti pada hari kiamat) bila dia memiliki amal shalih akan diambil darinya sebanyak kezholimannya. Apabila dia tidak memiliki kebaikan lagi maka keburukan saudaranya yang dizaliminya itu akan diambil lalu ditimpakan kepadanya”. (HR. Al-Bukhari no. 2449)

 

Pengertian Zalim

Secara bahasa, zalim artinya meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. Secara istilah, zalim adalah meletakkan sesuatu bukan pada posisinya yang tepat baginya, baik karena kurang maupun karena adanya tambahan, baik karena tidak sesuai dari segi waktunya ataupun dari segi tempatnya (Mufradat Allafzhil Qur’an Al Asfahani 537, dinukil dari Mausu’ah Akhlaq Durarus Saniyyah).

 

Dalam Kitab Syarhu Sunnah, Imam Hasan Al Bashri membagi kezaliman menjadi tiga:

1.    Kezaliman yang tidak diampuni Allah SWT

Kezaliman yang tidak diampuni Allah adalah kezaliman yang dilakukan  sorang yang tidak akan ampun Allah ia  sebelum bertobat. Contohnya adalah perbuatan syirik.

 

Rasulullah Muhammad SAW bersabda, ”Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang dosa yang paling besar?, yaitu menyekutakan Allah, durhaka kepada orang tua dan persaksian palsu” (Hadis Riwayat  Muttafaqun ‘Alaihi)

 

2.    Kezaliman yang tidak dibiarkan begitu saja oleh Allah SWT

Kezaliman ini dilakukan seseorang muslim kepada saudaranya.baik dalam harta maupun jiwa dan kehormatan.

 

Contohnya, seorang tidak menuaikan hak orang lain yang wajib ditunaikan, mengancam jiwa, memfitnah, mencaci maki, mencermarkan nama baik, pengambilan tanah secara paksa, tidak membayar hutang dalam kondisi mampu.

 

Rasulullah Muhammad SAW memerintahkan umatnya agar menyelesaikan urusan yang berupa harta, darah dan kehormatan, Berkaitan dengan pengambilan tanah secara paksa, Nabi Muhamad SAW pernah bersabda, “Barang siapa menganiaya seseorang dalm perkara sejengkal tanah, maka pada hari kiamat kelak ia akn dikalungi tujuh bumi.” (HR Ahmad 1/ 188-189)

 

3.    Kezaliman yang diampuni Allah SWT

Adalah kezaliman yang dilakukan seorang hamba terhadap dirinya dengan melakukan perbuatan dosa. Misalnya, seseorang meninggalkan puasa wajib, minum-minuman keras, dan lainnya.

Jika ia  bertobat dan beramal shaleh niscaya akan diampuni oleh Allah..

 

Allah SWT berfirman, “Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.”  (QS. Ali Imran:135)

 

Akibat Perbuatan Zalim

Perbuatan zalim menyebabkan pelakunya mendapat keburukan di dunia dan di akhirat. Diantaranya:

 

1.   Akan di-qishash pada hari kiamat

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ

Siapa yang pernah berbuat aniaya (zalim) terhadap kehormatan saudaranya atau sesuatu apapun hendaklah dia meminta kehalalannya (maaf) pada hari ini (di dunia) sebelum datang hari yang ketika itu tidak bermanfaat dinar dan dirham. Jika dia tidak lakukan, maka (nanti pada hari kiamat) bila dia memiliki amal shalih akan diambil darinya sebanyak kezholimannya. Apabila dia tidak memiliki kebaikan lagi maka keburukan saudaranya yang dizaliminya itu akan diambil lalu ditimpakan kepadanya” (HR. Al-Bukhari no. 2449).

 

 

 

2.      Mendapatkan laknat dari Allah

Allah Ta’ala berfirman:

يَوْمَ لا يَنفَعُ الظَّالِمِينَ مَعْذِرَتُهُمْ وَلَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ 

“(yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah laknat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk” (QS. Ghafir: 52).

 

3.      Mendapatkan kegelapan di hari kiamat

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الظُّلْمُ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ القِيَامَةِ

Kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat” (HR. Al Bukhari no. 2447, Muslim no. 2578).

 

4.      Terancam oleh doa orang yang dizalimi

Doa orang yang terzalimi dikabulkan oleh Allah, termasuk jika orang yang terzalimi mendoakan keburukan bagi yang menzaliminya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ

Dan berhati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah.” (HR. Bukhari no.1496, Muslim no.19).

 

5.      Jauh dari hidayah Allah

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ 

Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim” (QS. Al Maidah: 51).

 

6.      Dijauhkan dari Al Falah

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّهُ لاَ يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan mendapatkan al falah (keuntungan dunia akherat)” (QS. Al An’am: 21).

 

 

 

 

7.      Kezaliman adalah sebab bencana dan petaka

Allah Ta’ala berfirman:

فَكَأَيِّن مِّن قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا وَهِيَ ظَالِمَةٌ فَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَى عُرُوشِهَا وَبِئْرٍ مُّعَطَّلَةٍ وَقَصْرٍ مَّشِيدٍ

Berapalah banyaknya kota yang Kami telah membinasakannya, yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi” (QS. Al Hajj: 45).

 

Membersihkan Jiwa dari Zalim

Adapun cara membersihkan jiwa dari perbuatan zalim adalah dengan bertaqwa kepada Allah SWT, tawadhu’ (rendah hati), menjauhi sifat hasad, menyemangati jiwa untuk meraih janji Allah SWT untuk orang-orang yang berlaku adil dan berdoa dengan tulus kepada Allah SWT.

 

Hadis-hadis tentang Kezaliman

Rasulullah Muhammad SAW bersabda, "Janganlah salah seorang diantara kalian berdiri ditempat orang yang terzalimi sedang dipukuli. Sesungguhnya laknat itu akan turun kepada siapa saja yang ada di tempat kejadian itu, kecuali ia membelanya“ (Hadis Riwayat Thabrani11675).

 

Rasulullah Muhammad SAW bersabda, "Seorang laki-laki didatang Malaikat didalm kuburnya, kemudian malaikat itu berkata,’Kami akan memukulmu dengan seratus  pukulan. Orang itu berkali-kali meminta keringanan, sehingga menjadi sekali pukulan.’ Lalu malaikat memukulnya. Maka menyalah api di dalam kuburnya. Orang itu bertanya, ‘Mengapa kamu memukul dengan pukulan tadi?’. Para Malaikat menjawab, ‘Karena kau  sholat tanpa bersuci dan melewati orang terzalimi kau tidak menolongnya. Itu adalah keadaan orang yang tidak menolong orang yang terzalimi, padahal ia mampu menolongnya’”  (Hadis Riwayat Thabroni).

 

Dari Abu Hurairoh RA, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa memukul dengan cambuk secara zalim, maka pada hari kiamat kelak akan diambil qishosnya” (Al Bukhari dalam Al Adab Al Mufrod 185).

 

Abu Umamah berkata, Rasulullah Muhammad SAW bersabda, ”Pada hari kiamat nanti orang yang zalim akan bertemu dengan orang yang dizaliminya di atas jembatan yang dipancang neraka Jahannam. Ia akan memberitahu kepada si zalim itu apa-apa yang sudah dianiayakannya. Orang yang teraniaya tidak akan meninggalkannnya sampai mengambil semua kebaikan si zalim. Setelah kebaikannya habis, maka dipikulkanlah kepada si zalim kejahatan-kejahatan yang teraniaya, hingga akhirnya ia masuk kedalam neraka yang paling bawah” (Diriwayatkan oleh At Thabroni dalam Al Ausath 5976.

 

Abdullah bin Unais berkata: Rasulullah Muhammad SAW bersabda, “Pada hari kiamat nanti manusia akan dibangkitkan dalam keadaan tanpa alas kaki tanpa busana dan tanpa khitan, mereka akan mendengar suara yang terdengar dari jarak dekat maupun jauh. Aku adalah Maha Raja dan Maha Kuasa. Tidak boleh seorangpun ahli surga untuk memasukinya dan ahli neraka untuk memasukinya selama masih ada padanya krzaliman hingga aku selesai mengadili, sekalipun itu hanya satu makian, apalagi lebih dari itu. RobMu tidaklah menganiaya seorangpun. Kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana itu sedangkan kami datang tanpa alas kaki tanpa busana?’, Beliau menjawab ‘dengan kebaikan dan kejahatan sebagai gantinya, Rabmu tidaklah menganiaya seorangpun’ (Al Bukhari dalam kitab Al ‘ilm bab Al Khuruj fi Tholabil ‘ilm ).

 

Kisah-kisah Kezaliman

1.   Dikisahkan seorang arif, “Suatu malam saya bermimpi melihat seorang laki-laki yang sudah meninggal dunia beberapa lama.  Orang itu semasa hidupnya melayani orang-orang yang zalim dan pemungut bea cukai. Keadaannya sangat buruk sekali, lalu saya bertanya, ‘Bagaimana kabarmu?’. Ia menjawab, ‘kabar buruk’. Saya bertanya lagi, ‘Kamu mau kemana?’. Ia menjawab,’Ke adzab Allah‘. Saya bertanya lagi, ‘Bagaimana keadaan orang-orang yang zalim di sana?’. Ia menjawab, ”Keadaan mereka buruk sekali. Tidakkah anda mendengar, firman Allah SWT:

 

 وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنْقَلَبٍ يَنْقَلِبُونَ

“... Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali” (Asy Syu’ara’: 227)

 

2.   Seorang arif yang lain menyampaikan, “Saya pernah melihat seorang laki-laki yang terpotong tangannya sampai pundaknya. Orang itu berkata, ‘Barang siapa sudah melihatku, maka jangan pernah berbuat zalim lagi kepada seseorang’.

 

Saya mendekatinya, ‘Wahai saudara, apa kisahmu?’. Orang itu menjawab. Kisahku sangat aneh. Dahulu aku adalah seorang pembantu orang yang zalim. Suatu hari aku melihat seorang nelayan yang telah berhasil menagkap seekor ikan yang sangat besar. Aku tertarik kepada ikannya, lalu menemuinya dan kukatakan, ‘Berikan ikan itu kepadaku’. Orang itu menjawab, ‘Aku tidak akan memberikannya kepadamu. Aku akan menjualnya untuk memberi makan keluargaku.

 

Lalu ikan itu aku pukul dan aku ambil ikan itu secara paksa. Akupun pulang dengan membawa ikan itu. Tiba-tiba ikan itu menggigit ibu jari tanganku dengan kuat sekali.. Setibanya di rumah, ikan itu aku lemparkan dari tanganku begitu saja, dan aku pegang ibu jari tanganku. Rasanya sakit sekali, sehingga aku tidak bisa tidur dibuatnya.

 

Lukaku membengkak, dan keeosokan harinya aku menemui seorang tabib. Aku ceritakan tentang sakitku. Ia berkata, “Ibu jarimu harus dipotong, karna sudah membusuk. Kalau tidak ia akan menjalar ke tanganmu. Maka ibu jaripun dipotong. Akan tetapi, rasa akitnya tidak hilang, sehingga malamnya aku tidak bias tidur tenang.

 

Ada yang menyarankan agar dipotong saja telapak tanganku, karena sakitnya yang tak tertahankan lagi, akupun mengikuti sarannya, kupotong telapak tanganku. 

 

Rupanya sara sakit tetap tinggal, Bahkan akhirnya menjalar sampai ke lengan. Saya tidak tahan lagi dan mulai berteriak. Ketika ada yang menyarankan agar kupotong sampai siku-siku, akupun melakukannya. Namun tetap saja rasa sakitnya menjalar sampai ke lengan atas dan lebih sakit dari pada sebelumnya. Seseorang menyarankan agar kupotong lenganku sampai pangkal lengan. akupun mengikuti sarannya.

 

Lalu ada yang menanyakan kepadaku penyebab sakitku itu. Akupun menceritakan, bahwa aku telah merampas ikan milik nelayan itu. Orang itu berkata, ‘Wah, andaikan sejak pertama sakit, Anda pergi menemui nelayan itu, dan meminta maaf dan kerelaannya lalu dia menerimanya, tentu Anda tidak perlu memotong tangan Anda. Sekarang cobalah untuk mencarinya, dan mintalah maaf kepadanya sebelum penyakit ini menjalar keseluruh tubuh Anda’.

 

Maka akupun pergi mencari nelayan itu ke berbagai penjuru kota. Sampai akhirnya kutemukan ia dan kucium kakinya sambil menangis. Aku katakan, ‘Tuan, saya mohon dengan menyebut nama Allah, sudilah tuan memaafkan saya’.

 

Nelayan terkejut, lalu bertanya, ‘Anda ini siapa?’ Akupun menjawab, ‘Saya adalah orang yang beberapa hari yang lau merampas ikan tuan secara paksa.’

 

Lalu aku ceritakan kepadanya, apa yang telah terjadi padaku. Aku perlihatkan tanganku, kepadanya. Dan kala melihatnya, nelayan itu menangis, seraya berkata, ‘Wahai saudaraku aku telah memaafkanmu, setelah melihat bencana yang menimpamu ini’. Kemudian aku bertanya, ‘Tuan, demi Allah, apakah tuan telah mendoakan saya dengan doa yang tidak baik, ketika saya merampas ikan tuan tempo hari?’. 

 

Nelayan itu menjawab, ‘Benar, saya berdoa, Ya Allah orang ini telah memaksakan kehendaknya kepadaku dengan kekuatannya atas kelemahanku. Ia telah merampas rezeki yang telah Engkau anugerahkan kepadaku secara zalim. Karenanya tunjukkanlah kekuasaanMu kepadaku atas dirinya’.

 

Akupun berkata, ‘Tuan Allah telah menujukkan kekuasaanNya terhadap saya kepada tuan, dan saya bertaubat kepada Allah dari segala perbuatan zalim yang telah lalu, dan saya berjanji tidak akan membantu orang yang zalim lagi, selam hidup saya. Insyaallah wa billahittaufiq 

 

3.      Wahib bin Munabih mengisahkan seorang penguasa bengis tengah membangun istana. Seorang wanita tua miskin mendirikan sebuah gubuk di sebelahnya untuk tempat tinggalnya. Suatu saat penguasa bengis berjalan-jalan mengelingi istananya, Ia semelihat gubuk wanita itu dan berkata, ”Milik siapa gubuk ini?’ Ada yang menjawab ‘Milik wanita miskin untuk tempat tinggalnya.’ Kemudia penguasa itu menyuruh orang untuk merobohkan gubuk itu. Ketika wanita miskin itu melihat gubuknya sudah rata dengan tanah, ia bertanya, ‘Siapa yang merobohkan gubukku?’. Seorang menjawab, ‘Sang Raja. Ia melihatnya lalu merobohkannya’. Lalu wanita itu menengadahkan kepalanya ke langit seraya berkata, ‘Duhai rabku, jika saya tidak ada lalu di manakah Engkau?’. Lalu Allah memerintahkan Jibril untuk membalik istana pengusa tadi beserta siapapun yang ada di dalamnya, maka Jibrilpun melaksanakan”.

 

Semoga kita dijauhkan perbuatan zalim, bisa berlaku adil dalam segala sesuatu. Semoga Allah memberi taufiq.



رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

 "Ya Tuhan, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami serta memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orangorang yang merugi." (QS. Al-A'râf 23)

 

 

 

Maraji’

Asy Syafi’I , Abu Zufar Imtihan. 2001. Dosa-Dosa Besar. Solo: Pustaka Arofah

Hartono, Imam Puji. “3 Bentuk Kezaliman Menurut Imam Hasan Al Bashri.” Kompasiana.com, Kamis, 25 Juni 2015, kompasiana.com/imamph1666/551033d1a33311ca39ba7f67/3-bentuk-kezaliman-menurut-imam-hasan-al-bashri. Diakses Jum’at, 12 Februari 2021

Purnama, Yulian. “Janganlah Berbuat Zalim!“ Muslim.or.id, muslim.or.id/53105-janganlah-berbuat-zalim.html. Diakses Jum’at, 12 Februari 2021

Redaksi. “Kezaliman adalah Kegelapan pada Hari Kiamat.” Asysyariah.com, Senin, 20 Juli 2020, asysyariah.com/kezaliman-adalah-kegelapan-pada-hari-kiamat. Diakses Jum’at, 12 Februari 2021

 

 

                                                                                                Tatik Umamah, S.Pd.I

Amalan super

 Amalan super ada 3:

1. Memaafkan Memaafkan orang2 yg berbuat dzalim terhadap kita dan serahkan pada Allah (ambil hikmah mengapa orang mendzalimi kita, merasa bahwa mungkin saja ini sebagai bentuk balasan kedzaliman kita terhadap Allah yg tidak kita sadari, sehingga kita sadar itu sebagai bentuk penggugur dosa kita, sebagai pengingat kita untuk tidak berbuat dzalim terhadap orang lain) 2. Bersabar Tingkatan sabar - Sabar dalam taat (cnth: sabar dalam menuntut ilmu jadi ilmu paling tinggi adalah ilmu mendengarkan) -Sabar dalam mencegah dosa -Sabar dalam ujian (tingkatan yg paling rendah) Hikmah dalam menggembala kambing yaitu tentang kesabaran, jadi yg ingin melatih kesabaran bisa untuk menggembala kambing (canda Ustadz, ehehehh) 3. Puasa Puasa yang diterima oleh Allah, maka kelak Allah lah yg akan memberi langsung pahala tersebut. Sedangkan pahala solat, sedekah, umrah, haji akan menjadi pengganti untuk membayar kedzoliman yg kita lakukan, sedangkan puasa yg diterima pahalanya terjaga dan tidak akan dijadikan sebagai pengganti kedzoliman (dosa)

Rabu, 06 Januari 2021

Belajar Kepada Orang Zhalim

 


 

وعن أَبي هُرَيْرَةَ ، عن النَّبِيِّ قَالَ:

مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْه   ( رواه البخاري).

Dari Abu Hurairah:  Nabi bersabda: “Siapa yang pernah berbuat zhalim terhadap kehormatan saudaranya atau sesuatu apapun hendaklah dia meminta kehalalannya (maaf) pada hari ini (di dunia) sebelum datang hari yang ketika itu tidak bermanfaat dinar dan dirham. Jika dia tidak lakukan, maka (nanti pada hari kiamat) bila dia memiliki amal shalih akan diambil darinya sebanyak kezholimannya. Apabila dia tidak memiliki kebaikan lagi maka keburukan saudaranya yang dizhaliminya itu akan diambil lalu ditimpakan kepadanya”. (HR. Al-Bukhari no. 2449

 https://muslim.or.id/53105-janganlah-berbuat-zalim.html

 

Secara bahasa, zalim atau azh zhulmu artinya meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya.

الظُّلْمُ: وَضْع الشيء في غير موضِعه

Azh zhulmu artinya meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya”

Secara istilah,

وضع الشيء في غير موضعه المختص به؛ إمَّا بنقصان أو بزيادة؛ وإما بعدول عن وقته أو مكانه

“Zalim adalah meletakkan sesuatu bukan pada posisinya yang tepat baginya, baik karena kurang maupun karena adanya tambahan, baik karena tidak sesuai dari segi waktunya ataupun dari segi tempatnya” (Mufradat Allafzhil Qur’an Al Asfahani 537, dinukil dari Mausu’ah Akhlaq Durarus Saniyyah)

 https://muslim.or.id/53105-janganlah-berbuat-zalim.html

 

Macam- macam kezhaliman

Dalam Kitab Syarhu Sunnah, Imam Hasan Al Bashri membagi kezhaliman ada tiga

1.  Kezhaliman yang tidak diampuni Allah

Adalah kezhaliman yang dilakukan  sorang yang tidak akan ampun Allah ia  sebelum bertobat.

Contoh perbuatan syirik

Rasulullah :” bersabda:” Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang dosa yang paling besar?, yaitu menyekutakan Allah , durhaka kepada orang tua dan persaksian palsu” (Hadis Riwayat  Muttafaqun ‘Alaihi)

2.  Kezhaliman yang tidak dibiarkan begitu saja oleh AllahTa’ala

 adalah  kezhaliman yang dilakukan seseorang muslim kepada saudaranya.baik dalam harta maupun jiwa dan kehormatan.

Contoh seorang tidak menuaikan hak orang lain yang wajib ditunaikan, mengancam jiwa , memfitnah, mencaci maki, mencermarkan nama baik, pengambilan tanah  secara paksa , tidak membayar hutang dalam kondisi mampu.

Rasulullah  memerintahkan umatnya agar menyelesaikan urusan yang berupa harta, darah dan kehormatan, Berkaitan dengan pengambilan tanah  secara paksa. Nabi Saw pernah bersabda. Barang siapa menganiaya seseorang dalm perkara sejengkal tanah, maka pada hari kiamat kelak ia akn dikalungi tujuh bumi. ( HR Ahmad  1/ 188-189)

 

3.  Kezhaliman yang diampuni Allah Ta’ala

Adalah kezaliman yang dilakukan seorang hamba terhadap dirinya dengan melakukan perbuatan dosa

Misal seorang meninggalkan puasa wajib, minum-minuman keras, dan lainnya.

Jika ia  bertobat dan beramal shaleh niscaya akan diampuni oleh Allah..

Allah Swt berfirman: “ dan  orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.  (QS. Ali Imran:135 )

 

https://www.kompasiana.com/imamph1666/551033d1a33311ca39ba7f67/3-bentuk-kezaliman-menurut-imam-hasan-al-bashri

 

Akibat Perbuatan Zhalim

Perbuatan zalim menyebabkan pelakunya mendapat keburukan di dunia dan di akhirat. Diantaranya:

1.    Akan di-qishash pada hari kiamat

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ

 

“Siapa yang pernah berbuat aniaya (zhalim) terhadap kehormatan saudaranya atau sesuatu apapun hendaklah dia meminta kehalalannya (maaf) pada hari ini (di dunia) sebelum datang hari yang ketika itu tidak bermanfaat dinar dan dirham. Jika dia tidak lakukan, maka (nanti pada hari kiamat) bila dia memiliki amal shalih akan diambil darinya sebanyak kezholimannya. Apabila dia tidak memiliki kebaikan lagi maka keburukan saudaranya yang dizhaliminya itu akan diambil lalu ditimpakan kepadanya”. (HR. Al-Bukhari no. 2449)

2.    Mendapatkan laknat dari Allah

Allah Ta’ala berfirman:

يَوْمَ لا يَنفَعُ الظَّالِمِينَ مَعْذِرَتُهُمْ وَلَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ 

“(yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah laknat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk” (QS. Ghafir: 52).

3.    Mendapatkan kegelapan di hari kiamat

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الظُّلْمُ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ القِيَامَةِ

“Kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat” (HR. Al Bukhari no. 2447, Muslim no. 2578).

4.    Terancam oleh doa orang yang dizhalimi

Doa orang yang terzalimi dikabulkan oleh Allah, termasuk jika orang yang terzalimi mendoakan keburukan bagi yang menzaliminya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ

“Dan berhati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah.” (HR. Bukhari no.1496, Muslim no.19).

5.    Jauh dari hidayah Allah

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ 

Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim” (QS. Al Maidah: 51).

6.    Dijauhkan dari Al Falah

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّهُ لاَ يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan mendapatkan al falah (keuntungan dunia akherat)” (QS. Al An’am: 21).

7.    Kezaliman adalah sebab bencana dan petaka

Allah Ta’ala berfirman:

فَكَأَيِّن مِّن قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا وَهِيَ ظَالِمَةٌ فَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَى عُرُوشِهَا وَبِئْرٍ مُّعَطَّلَةٍ وَقَصْرٍ مَّشِيدٍ

“Berapalah banyaknya kota yang Kami telah membinasakannya, yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi” (QS. Al Hajj: 45).

 https://muslim.or.id/53105-janganlah-berbuat-zalim.html

 

 

Adapun cara membersihkan jiwa dari perbuatan zhalim, adalah: Bertakwa kepada Allah, tawadhu (rendah hati), menjauhi sifat hasad, menyemangati jiwa untuk meraih janji  Allah untuk orang-orang yang berlaku adil dan berdoa dengan tulus kepada Allah

https://asysyariah.com/kezaliman-adalah-kegelapan-pada-hari-kiamat/

 

 

Hadis-hadis tentang Kezhaliman

Rasulullah  bersabda: "Janganlah salah seorang diantara kalian berdiri ditempat orang yang terzhalimi sedang dipukuli. Sesungguhnya laknat itu akan turun kepada siapa saja yang ada di tempat kejadian itu, kecuali ia membelanya (Hadis Riwayat Thabrani11675)

 

 

Rasulullah  bersabda: "Seorang laki-laki didatang Malaikat didalm kuburnya, kemudian malaikat itu berkata,”Kami akan memukulmu dengan seratus  pukulan. Orang itu berkali-kali meminta keringanan , sehingga menjadi sekali pukulan. Lalu malaikat memukulnya.Maka menyalah api di dalam kuburnya. Orang itu bertanya, “Mengapa kamu memukul dengan pukulan tadi?. Para Malaikat menjawab, “Karena kau  sholat tanpa  bersuci dan melewati orang terzhalimi kau tidak menolongnya. Itu adalah keadaan orang yang tidak menolong orang yang terzhalimi, padahal ia mampu menolongnya”. (Hadis Riwayat Thabroni)

 

Dari Abu Hurairoh: "Bahwa Nabi Muhammad  bersabda: “Barang siapa memukul dengan cambuk secara zhalim, maka pada hari kiamat kulak akan diambil qishosnya”. ( Al Bukhari Dalam Al Adab Al Mufrod 185)

 

Abu Umamah berkata, Rasulullah bersabda: :”Pada hari kiamat nanti orang yang zhalim akan bertemu dengan orang yang dizhaliminya di atas jembatan yang dipancang neraka Jahannam. Ia akan memberitahu kepada si zhalim itu apa-apa yang sudah dianiayakannya. Orang yang teraniaya tidak akan meninggalkannnya sampai mengambil semua kebaikan si zhalim. Setelah kebaikannya habis, maka dipikulkanlah kepada si zhalim kejahatan-kejahatan yang teraniaya, hingga akhirnya ia masuk kedalam neraka yang paling bawah”. (Diriwayatkan oleh At Thabroni dalam Al Ausath 5976,

 

Abdullah bin Unais berkata: Rasulullah bersabda:”Pada hari kiamat nanti manusia akan dibangkitkan dalam  keadaan tanpa alas kaki tanpa busana dan tanpa khitan, mereka akan mendengar suara yang terdengar dari jarak dekat maupun jauh. Aku adalah Maha Raja dan Maha Kuasa. Tidak boleh seorangpun ahli surga untuk memasukinya dan ahli neraka untuk memasukinya selama masih ada padanya krzhaliman hingga aku selesai mengadili, sekalipun itu hanya satu makian, apalagi lebih dari itu. RobMu tidaklah menganiaya seorangpun. Kami bertanya :”Wahai Rasulullah, bagaimana itu sedangkan kami datang tanpa alas kaki tanpa busana?, Beliau menjawab dengan kebaikan dan kejahatan sebagai gantinya, Rabmu tidaklah menganiaya seorangpun.

Al Bukhari dalam kitab Al ‘ilm bab Al Khuruj fi Tholabil ‘ilm

 

Kisah-kisah Kezhaliman

1.    Dikisahkan seorang arif , “Suatu malam saya bermimpi melihat seorang laki-laki yang sudah meninggal dunia beberapa lama.  Orang itu semasa hidupnya melayani orang-orang yang zhalim dan pemungut bia cukai. Keadaannya sangat buruk sekali, lalu saya bertanya, “Bagaimana kabarmu?”. Ia menjawab, “kabar buruk. Saya bertanya lagi, “Kamu mau kemana?”. Ia menjawab,”Ke adzab allah. Saya bertanya lagi, “Bagaimana keadaan orang-orang yang zhalim di sana?”. Ia menjawab,”Keadaan mereka buruk sekali, Tidakkah anda mendengar, firman Allah :

 

 وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنْقَلَبٍ يَنْقَلِبُونَ

... Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali ( Asy Syu’ara’ : 227)

 

  1. Seorang arif yang lain menyampaikan, “ Saya pernah melihat seorang laki-laki yang terpotong tangannya sampai pundaknya. Orang itu berkata:”Barang siapa sudah melihatku, maka jangan pernah berbuat zhalim lagi kepada seseorang. Saya mendekatinya, “wahai saudara apa kisahmu?”. Orang itu menjawab. Kisahku sangat aneh. Dahulu aku adalah seorang pembantu orang yang zhalim. Suatu hari aku melihat seorang nelayan yang telah berhasil menagkapseekor  ikan yang sangat besar. Aku tertarik kepada ikannya, lalu menemuinya dan kukatakan. Berikan ikan itu kepadaku. Orang itu menjawab, “ Aku tidak akan memberkannya kepadamu.Aku akan menjualnya untuk member makan keluargaku.Lalu ikan itu aku pukul dan aku ambil ikan itu secara paksa. Akupun pulang dengan membawa ikan itu, tiba-tiba ikan itu menggigit ibu jari tanganku dengan kuat sekali.. Setibanya di rumah, ikan itu aku lemparkan dari tanganku begitu saja, dan aku pegang ibujari tanganku. Rasanya sakit sekali, sehingga aku tidak bisa  tidur dibuatnya. Lukaku membengkak, dan keeosokan harinya aku menemui seorang tabib.  Aku ceritakan tentang sakitku. Ia berkata, “Ibu jarimu harus dipotong, karna sudah membusuk. Kalau tidak ia akan menjalar ke tanganmu. Maka ibu jaripun dipotong. Akan tetapi, rasa akitnya tidak hilang, sehingga malamnya aku tidak bias tidur tenang. . Ada yang menyarankan agar dipotong saja telapak tanganku, karena sakitnya yang tak tertahankan lagi, akupun mengikuti sarannya, kupotng telapak tanganku.  Rupanya sara sakit tetap tinggal, Bahkan akhirnya menjjalar sampai ke lengan. Saya tidak tahan lagi dan mulai berteriak. Ketika ada yang menyarankan agar kupotong sampai siku-siku, akupun melakukannya. Namun tetap saja rasa sakitnya menjalar sampai ke lengan atas dan lebih sakit dari pada sebelumnya. Seseorang menyarankan agar kupotong lenganku sampai pangkal lengan. akupun mengikuti sarannya. Lalu ada yang menanyakan kepadaku penyebab sakitku itu. Akupun menceritakan, bahwa aku telah merampas ikan milik nelayan itu. Orang itu berkata: “Wah andaikan sejak pertama sakit, Anda pergi menemui nelayan itu, dan meminta maaf dan kerelaannya lalu dia menerimanya, tetntu Anda tidak perlu memotong tangan Anda. Sekarang cobalah untuk mencarinya, dan mintalah maaf kepadanya sebelum penyakit ini menjalar keseluruh tubuh Anda.”,maka akupun pergi mencari nelayan itu ke berbagai penjuru kota. Sampai akhirnya kutemukan ia dan kucium kakinya sambil menangis. Aku katakan, “Tua, saya mohon dengan menyebut nam Allah, sudilah tuan memaafkan saya”. Nelayan terkejut, lalu bertanya: “Anda ini siapa?”. Akupun menjawab: “Saya adalah orang yang beberapa hari yang lau merampas ikan tuan secara paksa.” Lalu aku ceritakan kepadanya, apa yang telah terjadi padaku. Aku perlihatkan tanganku, kepadanya dank ala melihatnya, nelayan itu menangis, seraya berkata, “Wahai saudaraku aku telah memaafkanmu, setelah melihat bencana yang menimpamu ini”. Kemudian aku bertanya:”Tuan, demi Allah, apakah tuan telah mendoakan saya dengan doa yang tidak baik, ketika saya merampas ikan tuan tempo hari?”.  Nelayan itu menjawab, “Benar, saya berdoa, Ya Allah orang ini telah memaksakan kehendaknya kepadaku dengan kekuatannya ats kelemahanku. Ia telah merampas rezeki yang telah Engkau anugerahkan kepadaku secara zhalim.Karenanya tunjukkanlah kekuasaanMu kepadaku atas dirinya”. Akupun berkata,”Tuan Allah telah menujukkan kekuasaan\Nya terhadap saya kepada tuan, dan saya bertaubat kepada Allah dari segala perbuatan zhalim yang telah lalu, dan saya berjanji tidak akan membantu orang yang zhalim lagi, selam hidup saya. Insyaallah wa billahittaufiq  

 

  1. Wahib bin Munabih mengisahkan,  sorang penguasa bengis tengah membangun istana. Seorang wanita tua miskin mendirikan sebuah gubuk di sebelahnya untuk tempat tinggalnya. Suatu saat penguasa bengis berjalan-jalan mengelingi istananya, Ia semelihat gubuk wanita itu dan berkata:”Milik siapa gubuk ini?. Ada yang menjawab:”Milik wanita miskin untuk tempat tinggalnya”Kemudia penguasa itu menyuruh orang untuk merobohkan gubuk itu.Ketika wanita miskin itu melihat gubuknya sudah rata dengan tanah, ia bertanya:”Siapa yang merobohkan gubukku?”.Seorang menjawab,”Sang Raja. Ia melihatnya lalu merobohkannya”. Lalu wanita itu menengadahkan kepalanya ke langit seraya berkata, “Duhai RobKu, jika saya tidak ada lalu di manakah Engkau?”. Lalu Allah memerintahkan Jibril untuk membalik istana pengusa tadi beserta siapapun yang ada di dalamnya, maka Jibrilpun melaksanakan”..

 

Semoga kita dijauhkan perbuatan zhalim, bisa berlaku adil dalam segala sesuatu. Semoga Allah memberi taufiq

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

 "Ya Tuhan, kami telah menganiaya dm kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami serta memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orangorang yang merugi." (QS. Al-A'râf 23)

 

Maraji’

Abu Zufar Imtihan Asy Syafi’I, 2001, Dosa-Dosa Besar, Pustaka Arofah, Solo,

 

                                                                                                Tatik Umamah, S.Pd.I