Kamis, 01 Juli 2021

UCAPAN AJAIB UNTUK PASANGAN

KETIKA saya antri di ATM beberapa hari lalu, ada seorang istri yang juga sedang antri membentak suaminya dengan kata "be*o loe." Pelan sih ngomongnya, tapi hentakan kalimatnya bernada tinggi.

Saya terus terang kaget dengan kata kasar semacam itu, apalagi dilakukan oleh seorang istri kepada suaminya. Mungkin pada kultur masyarakat tertentu kata-kata kasar semacam itu sudah lumrah diucapkan dan dianggap biasa. Seperti biasanya anak-anak muda sekarang ngomong "an*ing" tanpa merasa bersalah.

Namun dalam komunikasi suami istri sebaiknya kata-kata kasar tak diucapkan. Saya sendiri belajar berkata tidak kasar dari istri saya yang tak pernah sekalipun mengumpat saya. Sebaliknya, ini kata istri saya, ia belajar berkata dengan volume pelan dari saya. Maklum istri saya anak tentara yang terbiasa berkata dengan volume keras sebelum menikah dengan saya.

Saya dan istri malah terbiasa menggunakan ucapan ajaib (magic words) untuk berkomunikasi sebagai modal utama menjaga kerukunan suami istri. Beberapa ucapan ajaib tersebut antara lain :

1. Salam

Membiasakan mengucapan salam "assalamu'alaikum", baik ketika bertemu langsung atau via telpon. Ucapan ini membentuk jiwa penuh kedamaian pada diri suami istri.

2. Dzikir

Membiasakan ucapan yang mengandung dzikir kepada Allah dalam merespon segala sesuatu. Misalnya, "Astaghfirullah, Subhanallah, Alhamdulillah, Masyallah, Insya Allah, Barakallah", dan lain sebagainya. Bukan ucapan: "Astaga! Gila! Buset!" Dzikir menciptakan karakter taqwa pada diri suami istri.

3. Tolong

Membiasakan untuk mengucapkan kata "tolong" kepada pasangan setiap kali meminta bantuan. Jika terbiasa dengan kata ini, akan tumbuh karakter rendah hati dan tidak sombong.

4. Terimakasih

Biasakan mengucapkan kata terima kasih atau jazakallah khoiron katsiro kepada pasangan untuk berbagai hal yang positif walau sepele, sebagai apresiasi kepada pasangan yang telah memberikan pertolongan. Ini cara untuk menghargai pasangan dan menumbuhkan kebesaran jiwa.

5. Maaf

Biasakan untuk tidak malu berkata "maaf" atau "afwan" kepada pasangan. Jangan gengsi untuk lebih dulu minta maaf. Bahkan kalau perlu kata "maaf" itu menjadi kata "wajib" yang diucapkan walau tidak merasa bersalah. Orang yang terbiasa meminta maaf akan tumbuh sikap empati dan kasih sayangnya.

6. Iya / Baik

Biasakan mengucapkan kata "iya/baik" sebagai respon dari nasihat atau masukan dari pasangan. Jangan langsung tidak setuju. Cerna dulu sebelum berkata tidak. Kalau kita tidak setuju katakan saja "Oke saya pikirkan dulu..." Ungkapan ini membuat pasangan merasa dihargai dan dipedulikan.

7. Izin/Permisi

Biasakan meminta izin atau permisi kepada pasangan dalam berbagai kondisi. Termasuk meminta izin untuk menggunakan benda yang bukan miliknya. Juga mengucapkan "permisi" ketika kita melangkahinya untuk mengambil sesuatu. Hal ini membentuk karakter tertib dan etis.

8. Doa

Jangan lupa untuk selalu mendoakan pasangan. Kata-kata "Semoga..." atau ucapan doa lainnya perlu sering diucapkan kepada pasangan. Sebab doa adalah senjatanya orang mukmin untuk melakukan kebaikan dan sebab turunnya keberkahan dalam hubungan suami isteri.

Kali ini saya ingin berdoa kepada istri saya nun jauh disana :

"Ya Allah, wahai harapan orang-orang yang rindu. Sediakanlah untukku sebagian dari rahmat-Mu yang luas. Berikanlah aku petunjuk kepada ajaran-Mu yang menenangkan, serta bimbinglah aku dan istriku menuju kepada kerelaan-Mu yang penuh dengan kecintaan-Mu."

By. Satria hadi lubis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar