KETIKA saya antri di ATM beberapa hari lalu, ada seorang istri yang juga sedang antri membentak suaminya dengan kata "be*o loe." Pelan sih ngomongnya, tapi hentakan kalimatnya bernada tinggi.
Saya terus terang kaget dengan kata kasar semacam itu, apalagi
dilakukan oleh seorang istri kepada suaminya. Mungkin pada kultur masyarakat
tertentu kata-kata kasar semacam itu sudah lumrah diucapkan dan dianggap biasa.
Seperti biasanya anak-anak muda sekarang ngomong "an*ing" tanpa
merasa bersalah.
Namun dalam komunikasi suami istri sebaiknya kata-kata kasar tak
diucapkan. Saya sendiri belajar berkata tidak kasar dari istri saya yang tak
pernah sekalipun mengumpat saya. Sebaliknya, ini kata istri saya, ia belajar
berkata dengan volume pelan dari saya. Maklum istri saya anak tentara yang
terbiasa berkata dengan volume keras sebelum menikah dengan saya.
Saya dan istri malah terbiasa menggunakan ucapan ajaib (magic
words) untuk berkomunikasi sebagai modal utama menjaga kerukunan suami istri. Beberapa
ucapan ajaib tersebut antara lain :
1. Salam
Membiasakan mengucapan salam "assalamu'alaikum", baik
ketika bertemu langsung atau via telpon. Ucapan ini membentuk jiwa penuh
kedamaian pada diri suami istri.
2. Dzikir
Membiasakan ucapan yang mengandung dzikir kepada Allah dalam
merespon segala sesuatu. Misalnya, "Astaghfirullah, Subhanallah,
Alhamdulillah, Masyallah, Insya Allah, Barakallah", dan lain sebagainya.
Bukan ucapan: "Astaga! Gila! Buset!" Dzikir menciptakan karakter taqwa
pada diri suami istri.
3. Tolong
Membiasakan untuk mengucapkan kata "tolong" kepada
pasangan setiap kali meminta bantuan. Jika terbiasa dengan kata ini, akan
tumbuh karakter rendah hati dan tidak sombong.
4. Terimakasih
Biasakan mengucapkan kata terima kasih atau jazakallah khoiron
katsiro kepada pasangan untuk berbagai hal yang positif walau sepele, sebagai
apresiasi kepada pasangan yang telah memberikan pertolongan. Ini cara untuk
menghargai pasangan dan menumbuhkan kebesaran jiwa.
5. Maaf
Biasakan untuk tidak malu berkata "maaf" atau
"afwan" kepada pasangan. Jangan gengsi untuk lebih dulu minta maaf.
Bahkan kalau perlu kata "maaf" itu menjadi kata "wajib"
yang diucapkan walau tidak merasa bersalah. Orang yang terbiasa meminta maaf akan
tumbuh sikap empati dan kasih sayangnya.
6. Iya / Baik
Biasakan mengucapkan kata "iya/baik" sebagai respon
dari nasihat atau masukan dari pasangan. Jangan langsung tidak setuju. Cerna
dulu sebelum berkata tidak. Kalau kita tidak setuju katakan saja "Oke saya
pikirkan dulu..." Ungkapan ini membuat pasangan merasa dihargai dan
dipedulikan.
7. Izin/Permisi
Biasakan meminta izin atau permisi kepada pasangan dalam
berbagai kondisi. Termasuk meminta izin untuk menggunakan benda yang bukan
miliknya. Juga mengucapkan "permisi" ketika kita melangkahinya untuk
mengambil sesuatu. Hal ini membentuk karakter tertib dan etis.
8. Doa
Jangan lupa untuk selalu mendoakan pasangan. Kata-kata
"Semoga..." atau ucapan doa lainnya perlu sering diucapkan kepada
pasangan. Sebab doa adalah senjatanya orang mukmin untuk melakukan kebaikan dan
sebab turunnya keberkahan dalam hubungan suami isteri.
Kali ini saya ingin berdoa kepada istri saya nun jauh disana :
"Ya Allah, wahai harapan orang-orang yang rindu.
Sediakanlah untukku sebagian dari rahmat-Mu yang luas. Berikanlah aku petunjuk
kepada ajaran-Mu yang menenangkan, serta bimbinglah aku dan istriku menuju
kepada kerelaan-Mu yang penuh dengan kecintaan-Mu."
By. Satria hadi lubis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar