Buletin Jum’at Menebar Islam Rahmatan Lil ‘Alamin Edisi 06 28 Safar 1442H / 16 Oktober 2020 Belajar Akhlaq Sebelum Ilmu ۟ ۟ ۟ ٓ ْ ن ءامنوا إذا قیل لكم تفسحوا فى ٱلمجلس فٱفسحوا یفسح ٱ لكم ۖ ٰ َ َّ ْ ْ ْ َ ُ ُ َ ُ َ َ َّ َ ِ ِ َ ٰ َ ََ َّ ُ ِ ْ ُ َ َ ِ َ ِ ُ َ ِ َ َ ٓ َیأیُّ ِ ھا ٱلذی َ َ ُ ُ َ ُ ُ َ ُ ُ ن ءامنوا منكم ۟ ۟ َّ ۟ َ ِ ُ َ َ ِ َ َ ْ َّ ِ وإذا قیل ٱنشزوا فٱنشزوا یرفع ٱ ٱلذی َ ِ ْ ِ ُ ٰ ُ َ ن َخبیر َّ ُ ۟ ْ ْ َ َ َ َ َ ُ ِ َ َ ِ ِ وٱلذی َ ِ َ ن أوتوا ٱلعلم درج ٍ َّ ْ ت ۚ وٱ بما تعملو َ ٌ Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepada kalian: "Berlapanglapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untuk kalian. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kalian", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan (QS. Al-Mujadilah: 11) 1 yasalunaka Dalam Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an disebutkan, bahwa pada ayat ini, Allah memerintahkan agar orang-orang beriman untuk menjaga adab yang baik, yaitu saling memberikan tempat dalam pertemuan sebagai tanda saling menghormati dan menumbuhkan persaudaraan. Allah juga meninggikan derajat orang – orang beriman, berilmu, dan beramal dengan ilmunya itu, apalagi ilmunya bisa dirasakan manfaatnya oleh orang banyak. Dan inilah salah satu tujuan seseorang belajar ilmu agama, agar nantinya ilmu tersebut bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat di sekelilingnya. Oleh: Tatik Uma 2 Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma, berkata: “Orang-orang yang ber ilmu mempunyai derajat sebanyak tujuh ratus kali di atas derajat orang-orang mukmin. Jarak di antara de rajat ini terbentang sejauh perjalanan s e l a m a l i m a r a t u s t a h u n . ” R a s u l u l l a h SAW b e r s a b d a : “ B a r a n g s i a p a y a n g A l l a h kehendaki dengan kebaikan pada dirinya, maka Allah memberinya p e n g e t a h u a n a g a m a . ” (HR. Muslim) Edisi 06 28 Safar 1442H / 16 Oktober 2020 ampunan untuk o r ang y ang mengajarkan ilmu?” jawabnya K a r e n a m a n f a a t i l m u i t u m e l i p u t i s e g a l a s e s u a t u , termasuk ikan paus. Orang yang berilmu itu mengetahui yang boleh dilakukan dan mengetahui y a n g d i l a r a n g . O r a n g y a n g ber ilmu pas ti akan member i nasehat agar bersikap santun kepada segala sesuatu, termasuk kepada hewan diantaranya ikan paus . Oleh karena itu Allah menganugerahkan kepada setiap ma khluk k emampuan untuk memohonk an ampunan ba g i orang berilmu, sebagai balasan atas jasanya. Dalam hadits lain juga diriwayat kan bahwa : “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi, termasuk semut dalam lubangnya, juga ikan paus, benar-benar bersholawat kepada orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” ( HR. Tirmidzi) Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma berkata: “Sesungguhnya, orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain, maka setiap hewan yang melata akan memohonkan ampun baginya, termasuk pula ikan paus di lautan.” Jika ada yang bertanya: “Bagaimana mungkin ikan paus memohonkan Hendaknya orang –orang berilmu menghindari perdebatan yang tidak mendatangkan manfaat. Karena, jika ilmu yang dimilikinya digunakan untuk mendebat orang lain agar dipuji, maka hal tersebut termasuk akhlaq yang tercela Orang berilmu yang suka berdebat bisa terjerumus pada sifat ujub (mengagumi dirinya sendiri) dan riya' (memamerkan amal dengan niat upaya dipuji manusia). Usia yang dihabiskan untuk menimba ilmu erlalu dengan sia-sia karena tidak da kemanfaatan untuk akhiratnya. 3 Rasulullah Shallahu'alaihi wasallam bersabda: “Orang yang paling keras adzabnya pada hari kiamat adalah orang yang berilmu, namun ilmunya tidak bermanfaat baginya.” ( HR. At Thobroni, Ibnu Adi Al Baihaqi) Rasulullah Shallahu'alaihi wasallam pernah memberikan kesaksian kepada Abu Bakar As Shiddiq adhiyallahu 'anhu tentang ilmu. Rasullullah Shallahu'alaihi wasallam be r s abda : “Abu Bak a r tidak mengalahkan kalian karena banyak puasa dan tidak pula karena sholat, t e t a p i k a r e n a s e s u a t u y a n g bersemayam dalam dadanya.” Edisi 06 28 Safar 1442H / 16 Oktober 2020 Seorang murid seyogyanya harus belajar adab sebelum mencari ilmu. Diantara adab murid terhadap guru ada l ah s eor ang mur id ha rus membersihkan jiwanya dulu dari akhlaq-akhlaq yang hina dan sifatsifat yang tercela. Sebab, ilmu adalah ibadah hati. Dia harus melepaskan diri dari berbagai kesibukan yang lain. Ketika pikirannya bercabang, maka kemampuan menggali ilmu menjadi terbatas. Para Ulama salaf lebih menyukai ilmu dibanding harta. dan seseorang yang sedang mencari ilmu, jangan pernah merasa ilmunya lebih unggul dibanding orang lain. Karena keangkuhan ini bisa memadamkan cahaya Allah pada dirinya. Sebaiknya, seorang penuntut ilmu itu memprioritaskan dirinya untuk m e n d a l a m i i l m u y a n g b i s a meningkatkan kualitas iman dan taqwanya kepada Allah Subhaanahu wa ta'ala. Karena hal itu akan membahagiakannya kelak di akhirat Diantara adab guru adalah menyayangi muridnya dan menuntunnya ke jalan yang benar, sebagaimana dia menyayangi anaknya sendiri. Seorang guru tidak mengharapkan balasan materi dan ucapan terima kasih. Karena guru h a n y a b e r h a r a p i l m u n y a b i s a memberikan manfaat kepada muridnya, serta berharap selalu mendoakan kebaikan untuknya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda َ إذا مـــــــــــــــــــــــــــــات الإنســـــــــــــــــــــــــــــان انقطع عملھُ ِ إلا من ثلاث ٍة َ ْ ْ ُ ْ َ َ ُ َّ ْ ََ َ ِ َ َ َ َ ِ َ ِ ْ ٍ وولد صالح ْ یدعــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــو َ لھُ ٍ َ َ ِ َ ِ َ َ َ ِ َ ٍ َ ٍ ِ ٍ ُ ُ ِ ِ َ ُ ْ من َ صدقة جاریة وعلم ْ ََ ینتفع بھ َ “ J i k a s e s e o r a n g m e n i n g g a l d u n i a , m a k a terputus lah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do'a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631) Hakikatnya guru itu mengajarkan ilmu kepada muridnya senantiasa mengharap ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan sebaiknya guru itu selalu mendoakan k e b a i k a n u n t u k m u r i d n y a . 4 Diterbitkan setiap Jum’at oleh Dewan Kyai Assalaam bersama Takmir Masjid Assalaam, Takmir Masjid Ibadurrahman Assalaam Hypermart dan L-ZIS Assalaam Buletin Jum’at Menebar Islam Rahmatan Lil ‘Alamin Wallahu A'lam Bish Shawab Penanggung Jawab: Ketua Dewan Kyai PPMI Assalaam Ketua Redaksi: Mahyani Devi Yumandera Pengarah: Arkanuddin Budiyanto, Trisnojoyo Khottob, Moh. Toha www.assalaam.or.id Guru juga selayaknya berusaha menata hati murid-muridnya agar semakin dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan berusaha menanamkan ilmunya kedalam hatinya. Guru sepatutnya selalu mengingatkan muridnya agar terhin dar dari akhlaq yang buruk dengan cara yang lunak dan halus dan guru juga sewajarnya mengetahui tingkat pemahaman muridnya dan kemampuan dirinya. seorang guru juga harus berbuat sesuai dengan apa yang dikatakannya.agar murid-murinya senantiasa meneladani hal hal yang baik dalam dirinya. Sebagaimana termaktub dalam firman Allah SWT: Anggota Redaksi: Rosyad Nur Liyas Design & Layout: Luthfi A Nasher Distributor: Triyanto Redaksi menerima tulisan sesuai motto Menebar Islam Rahmatan Lil’alamin Kontak Kami : +62 856-4715-4816 - Mahyani Devi Yumandera, Lc َ َ َ َ ِ َ َّ َكبُ ً ِ َ َ َ ر مقتا عند ٱ أن تقولوا ما لا تفعلو َن ْ َ ُ ُ ْ ُ “Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. As-Shaff: 3) Edisi 06 28 Safar 1442H / 16 Oktober 2020 Berkata Abdullah bin Sallam: Maka Rasulullah Shallahu'alaihi wasallam membacakan ayat tersebut kepada kami. Ini adalah hadits yang disebutkan Ibnu Katsir dalam tafsirnya. Kemudian Ibnu Katsir berkata: “Sesungguhnya, ucapan yang tanpa pembenaran dengan amal, menjadi penyebab celaan dan sesuatu yang tidak disenangi, ia adalah s e b e s a r - b e s a r s e s u a t u y a n g d i b e n c i d a n m e m b u a t k e m u r k a a n . ” Marilah kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar senantiasa dimudahkan untuk selalu berakhlak yang baik dan senantiasa berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dari akhlak yang buruk. dan salah satu do'a yang disunnahkan yakni: ْ َ ْ ُ خلقي فحسن خلقي َّ ْ ُ ُ َّ َ َّ َ اللھم حسنت َ ِ َ ِّ ِ “Ya Allah, sebagaimana Engkau baguskan badanku, perbaikilah akhlakku.” (HR. Ahmad, 1/403, Ibnu Hibban, no. 959) Do'a ini bukanlah do'a khusus ketika akan bercermin. Akan tetapi bisa dibaca kapan saja. Syaikh al-Albani Rahimahullah berkata setelah menyebutkan riwayat-riwayat hadits yang mengkhususkan doa tersebut saat bercermin ِ ُ َ ِ اللھم إني أعوذ بك من منكرا ِت الأخلاق والأ ْ ِ ّ ْ ْ َ ْ َ ْ عمال والأھواء َّ َ ُ ْ َ ْ َ ْ َ ُ َّ ِ ِ ُ َ ِ َ َ ِ َ َ “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari akhlak-akhlak yang mungkar, dari amalanamalan yang mungkar, dan dari hawa nafsu yang menyimpang.” (HR. at-Tirmidzi, no. 3591, dinilai sahih oleh al- Albani dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi, 3/473
Tidak ada komentar:
Posting Komentar