Kamis, 01 Juli 2021

TIPS MENCARI JODOH

 

By. Satria Hadi Lubis

Beberapa tips mencari jodoh :

1. Tujuan utama menikah adalah menyempurnakan pengabdian kepada Allah. Baru yang kedua untuk mendapatkan kebahagiaan. Mereka yang lambat menikah melambatkan pengabdiannya kepada Allah.

2. Setiap orang sudah punya jodohnya masing-masing. Tugas kita mencari jodoh dengan cara memperbaiki diri agar mendapat jodoh yang baik juga, aktif bergaul di tempat-tempat kebaikan, dan melakukan ta'aruf (perkenalan) ketika target menikah sudah dekat. Tidak perlu pacaran sebagai cara penjajakan karena dosanya banyak dan tidak menjamin bisa cocok setelah nikah.

3. Jangan melihat materi dan fisik sebagai kriteria utama untuk menikah. Justru iman dan akhlaq sebagai kriteria utama menikah. Iman dan akhlaq lebih langgeng dan lebih menjamin kebahagiaan.

4. Jangan menunggu jodoh yang ideal, sehingga menunda terus menikah. Setiap orang pasti punya kekurangan. Mustahil dapat jodoh yang ideal. Yang penting ada rasa tertarik (chemestry) sudah cukup sebagai isyarat untuk penjajakan pernikahan. Tidak usah menunggu cinta dulu. Cinta sebaiknya datang setelah nikah. Jika cinta datang sebelum nikah biasanya kita berubah menjadi melankolis, emosional, nafsu, dan lebay. Tidak lagi rasional dan imani.

5. Untuk pria, tidak perlu mapan dulu baru berani menikah sebab nanti lambat menikah. Nanti anak masih kecil, bapaknya sudah tua. Yakinlah.. menikah adalah jalan untuk memperbanyak rezeki. Untuk perempuan, jangan cari pria mapan karena biasanya pria yang mapan sudah menjadi om-om.

6. Jarak antara ta'aruf dan menikah jangan lama-lama. Idealnya kurang dari satu tahun. Di bawah enam bulan jauh lebih baik untuk menghindari zina hati. Itulah sebabnya men-tek (janjian akan dilamar padahal waktunya masih lamaaaa) jangan dilakukan.

7. Yakinlah jika Anda baik insya Allah akan mendapat jodoh yang baik. Jangan gusar takut gak dapat jodoh. Fokus saja memperbaiki diri, beraktivitas yang bermanfaat, berdakwah dan luaskan pergaulan dengan gaul yang syar'i. Nanti kalau sudah waktunya untuk menikah baru cari jodoh dengan cara ta'aruf tanpa pacaran, dengan dibantu teman yang sholih, guru ngaji atau ortu.

8. Sering-seringlah berdoa. Termasuk membaca doa yang populer surat 25 ayat 74,

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

Semoga Allah memudahkan Anda mendapatkan jodoh yang sholih/sholihah. Barakallah..

 

UCAPAN AJAIB UNTUK PASANGAN

KETIKA saya antri di ATM beberapa hari lalu, ada seorang istri yang juga sedang antri membentak suaminya dengan kata "be*o loe." Pelan sih ngomongnya, tapi hentakan kalimatnya bernada tinggi.

Saya terus terang kaget dengan kata kasar semacam itu, apalagi dilakukan oleh seorang istri kepada suaminya. Mungkin pada kultur masyarakat tertentu kata-kata kasar semacam itu sudah lumrah diucapkan dan dianggap biasa. Seperti biasanya anak-anak muda sekarang ngomong "an*ing" tanpa merasa bersalah.

Namun dalam komunikasi suami istri sebaiknya kata-kata kasar tak diucapkan. Saya sendiri belajar berkata tidak kasar dari istri saya yang tak pernah sekalipun mengumpat saya. Sebaliknya, ini kata istri saya, ia belajar berkata dengan volume pelan dari saya. Maklum istri saya anak tentara yang terbiasa berkata dengan volume keras sebelum menikah dengan saya.

Saya dan istri malah terbiasa menggunakan ucapan ajaib (magic words) untuk berkomunikasi sebagai modal utama menjaga kerukunan suami istri. Beberapa ucapan ajaib tersebut antara lain :

1. Salam

Membiasakan mengucapan salam "assalamu'alaikum", baik ketika bertemu langsung atau via telpon. Ucapan ini membentuk jiwa penuh kedamaian pada diri suami istri.

2. Dzikir

Membiasakan ucapan yang mengandung dzikir kepada Allah dalam merespon segala sesuatu. Misalnya, "Astaghfirullah, Subhanallah, Alhamdulillah, Masyallah, Insya Allah, Barakallah", dan lain sebagainya. Bukan ucapan: "Astaga! Gila! Buset!" Dzikir menciptakan karakter taqwa pada diri suami istri.

3. Tolong

Membiasakan untuk mengucapkan kata "tolong" kepada pasangan setiap kali meminta bantuan. Jika terbiasa dengan kata ini, akan tumbuh karakter rendah hati dan tidak sombong.

4. Terimakasih

Biasakan mengucapkan kata terima kasih atau jazakallah khoiron katsiro kepada pasangan untuk berbagai hal yang positif walau sepele, sebagai apresiasi kepada pasangan yang telah memberikan pertolongan. Ini cara untuk menghargai pasangan dan menumbuhkan kebesaran jiwa.

5. Maaf

Biasakan untuk tidak malu berkata "maaf" atau "afwan" kepada pasangan. Jangan gengsi untuk lebih dulu minta maaf. Bahkan kalau perlu kata "maaf" itu menjadi kata "wajib" yang diucapkan walau tidak merasa bersalah. Orang yang terbiasa meminta maaf akan tumbuh sikap empati dan kasih sayangnya.

6. Iya / Baik

Biasakan mengucapkan kata "iya/baik" sebagai respon dari nasihat atau masukan dari pasangan. Jangan langsung tidak setuju. Cerna dulu sebelum berkata tidak. Kalau kita tidak setuju katakan saja "Oke saya pikirkan dulu..." Ungkapan ini membuat pasangan merasa dihargai dan dipedulikan.

7. Izin/Permisi

Biasakan meminta izin atau permisi kepada pasangan dalam berbagai kondisi. Termasuk meminta izin untuk menggunakan benda yang bukan miliknya. Juga mengucapkan "permisi" ketika kita melangkahinya untuk mengambil sesuatu. Hal ini membentuk karakter tertib dan etis.

8. Doa

Jangan lupa untuk selalu mendoakan pasangan. Kata-kata "Semoga..." atau ucapan doa lainnya perlu sering diucapkan kepada pasangan. Sebab doa adalah senjatanya orang mukmin untuk melakukan kebaikan dan sebab turunnya keberkahan dalam hubungan suami isteri.

Kali ini saya ingin berdoa kepada istri saya nun jauh disana :

"Ya Allah, wahai harapan orang-orang yang rindu. Sediakanlah untukku sebagian dari rahmat-Mu yang luas. Berikanlah aku petunjuk kepada ajaran-Mu yang menenangkan, serta bimbinglah aku dan istriku menuju kepada kerelaan-Mu yang penuh dengan kecintaan-Mu."

By. Satria hadi lubis

4 Fungsi al Qur’an

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa 1/3 dari Al-Quran merupakan kisah. Artinya kisah memiliki peran yang sangat besar untuk kehidupan kita, sebagaimana Allah menurunkannya pada Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam sebagai panduan hidup. Berikut merupakan beberapa fungsi dari kisah :

•Kisah menunjukkan keimanan,

Jika kita mengisahkan rasul umpamanya saat rasul dalam peristiwa beliau dengan mukjizatnya membelah bulan yang diabadikan dalam surat al-qomar, ketika kita mengisahkan kisah ini dan membenarkannya maka kita mengimani apa yang telah terjadi.

•Kisah menjelaskan sesuatu dengan detail,

Kisah merupakan nasehat yang sangat lembut dan sopan. Kita bisa menasehati seseorang dengan menceritakan kisah yang memberikan hikmah tertentu sesuai dengan peristiwa yang sedang dialami.

•Kisah memberikan petunjuk,

Sejarah akan menjadi petunjuk jika kita memiliki masalah maka mari bertanya pada sejarah dan apa solusinya dan begitupun dalam mencari inspirasi.

•Kisah merupakan rahmat (kasih sayang) bagi orang-orang beriman,

Allah Subhanahu Wa Ta'ala menunjukkan kasih sayangnya dengan kita membaca sejarah maka kita bisa jumpai bahwa hidup kita lebih baik dari banyak orang lain di muka bumi ini.

-----

@budiashariofficial

 

Akhlak Guru

Akhlak dan keteladan kepada seorang guru adalah sesuatu yang bukan merupakan pilihan tapi dia adalah sebuah keharusan.

Seorang guru adalah seorang yang menjadi keteladanan bagi siapapun anak didiknya.

Keteladanan itu sesuatu yang dipelajari oleh murid sebelum dia mempelajari ilmunya. Adab akhlak itu sangat luar biasa.

Ibnul Mubarok berkata,

تعلمنا الأدب ثلاثين عاماً، وتعلمنا العلم عشرين

“Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun.”

MasyaAllah...

beliau dari para gurunya belajar keteladanan mereka, meniru mereka, mempelajari akhlak mereka 30 tahun lamanya belajar itu. Dan belajar ilmu hanya 20 tahun, lebih sedikit.

Imam Ibnu Jauzi dalam Shifatush Shafwah juga menyampaikan pernyataan Abdullah bin Mubarak yang lainnya bahwa adab itu dua pertiga ilmu.

Kalau seseorang ingin mendapatkan ilmu yang bermanfaat, ilmu yang banyak, dan melimpah, maka berlajar adab sebelum ilmu.

Maka, berdirilah untuk guru berikan kepada mereka kemuliaan karena nyaris saja guru menjadi seperti Rasul Shalallahu 'Alaihi Wasallam.

Barakallahu Fiikum,

Semoga Allah senantiasa menjaga dan memberikan pahala balasan terbaik atas jasa-jasaMu wahai para guru.

-----

@budiashariofficial