Selasa, 02 Oktober 2012

Kurangi Pikun, Lansia Sebaiknya Kurangi Tidur

Lansia yang tidur lebih akhir tak banyak memiliki gangguan tidur , seperti insomia. Mereka bisa mudah terlelap
printSend to friend
LONDON--Memasuki usia lanjut, orang tua dianjurkan tidur lebih sedikit dibanding saat masa tumbuh kembang. Dalam sebuah studi, para lansia dengan jam tidur lebih lama akan mengalami insomia dan kepikunan. Itu tentu bertolak belakang dengan pemahaman yang menyatakan para lansia harusnya banyak-banyak beristirahat agar tidak cepat lelah.
Riset yang digagas peneliti dari Clinical Research Centre, University of Surrey, Inggris menyebutkan bahwa lansia, terlepas sering mengeluh mengalamai insomia, sedikit mengalami kelelahan saat pagi hingga siang, tak seperti halnya kaum muda 
"Lagi pula penemuan kami menguatkan teori bahwa lansia yang mengantuk saat pagi hingga siang adalah tidak normal," kata Derk Jan Dijk dari University of Surrey seperti dikutip Telegraph, Selasa (2/2).
"Apakah anda muda atau tua, jika anda mengantuk saat siang hari, anda berarti kurang tidur atau mengalami gangguan tidur." imbuhnya
Riset yang dipublikasikan Journal Sleep ini juga menyebutkan, tidur lebih akhir bisa membantu mengurangi gangguan tidur, seperti insomia pada para lansia. "Mereka bisa langsung terlelap mudah " ujar Derk
Riset yang melibatkan 110 sukarelawan ini juga mencatat lansia berumur 65 tahun ke atas yang tidur lebih dari 8 jam waktu malamnya. Mereka mengaku lebih cepat merasa capek.  Bahkan para lansia yang masih berbaring saat pagi hari mengalami gejala awal kepikunan hingga Alzheimer dibanding lansia yang tidur hanya 6 jam atau kurang.
Sayangnya, para peneliti belum bisa memastikan alasan pasti mengapa lansia yang tidur lebih sedikit jauh lebih produktif. Peneliti pun mengakui mereka tak mengikuti responden saat petang, waktu yang memungkinkan bagi lansia untuk mengantuk.  Namun, Peneliti menduga adanya perubahan level hormon dan beberapa zat lainnya dalam otak lansia sebagai faktor pemicu
corbis.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar