Lansia yang tidur lebih akhir tak banyak memiliki gangguan tidur , seperti insomia. Mereka bisa mudah terlelap
LONDON--Memasuki
usia lanjut, orang tua dianjurkan tidur lebih sedikit dibanding saat
masa tumbuh kembang. Dalam sebuah studi, para lansia dengan jam tidur
lebih lama akan mengalami insomia dan kepikunan. Itu tentu bertolak
belakang dengan pemahaman yang menyatakan para lansia harusnya
banyak-banyak beristirahat agar tidak cepat lelah.
Riset yang digagas peneliti dari Clinical Research Centre, University
of Surrey, Inggris menyebutkan bahwa lansia, terlepas sering mengeluh
mengalamai insomia, sedikit mengalami kelelahan saat pagi hingga siang,
tak seperti halnya kaum muda
"Lagi pula penemuan kami menguatkan teori bahwa lansia yang mengantuk
saat pagi hingga siang adalah tidak normal," kata Derk Jan Dijk dari
University of Surrey seperti dikutip Telegraph, Selasa (2/2).
"Apakah anda muda atau tua, jika anda mengantuk saat siang hari, anda
berarti kurang tidur atau mengalami gangguan tidur." imbuhnya
Riset yang dipublikasikan Journal Sleep ini juga menyebutkan, tidur
lebih akhir bisa membantu mengurangi gangguan tidur, seperti insomia
pada para lansia. "Mereka bisa langsung terlelap mudah " ujar Derk
Riset yang melibatkan 110 sukarelawan ini juga mencatat lansia
berumur 65 tahun ke atas yang tidur lebih dari 8 jam waktu malamnya.
Mereka mengaku lebih cepat merasa capek. Bahkan para lansia yang masih
berbaring saat pagi hari mengalami gejala awal kepikunan hingga
Alzheimer dibanding lansia yang tidur hanya 6 jam atau kurang.
Sayangnya, para peneliti belum bisa memastikan alasan pasti mengapa
lansia yang tidur lebih sedikit jauh lebih produktif. Peneliti pun
mengakui mereka tak mengikuti responden saat petang, waktu yang
memungkinkan bagi lansia untuk mengantuk. Namun, Peneliti menduga
adanya perubahan level hormon dan beberapa zat lainnya dalam otak lansia
sebagai faktor pemicu
corbis.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar